Berita Terbaru
Pemkot Bogor Dorong Integrasi Aplikasi dalam Persiapan Evaluasi SPBE 2026
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat transformasi digital melalui persiapan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2026.
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Persiapan Evaluasi Pemerintahan Digital Kota Bogor Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (22/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Denny Mulyadi menekankan pentingnya integrasi berbagai aplikasi yang telah dikembangkan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurutnya, banyaknya platform yang digunakan saat ini harus diarahkan agar saling terhubung sehingga mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.
Denny mengatakan, perkembangan teknologi dan informasi yang berlangsung cepat menuntut adanya penyempurnaan aplikasi dengan menjadikan data sebagai fondasi utama dalam pengembangannya.
Ia berharap pelaksanaan kick off tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan pembenahan dalam penerapan pemerintahan digital di Kota Bogor.
“Peralihan dari sistem manual ke digital harus terukur efektivitasnya,” ujar Denny.
Selain itu, Pemkot Bogor menyatakan kesiapan untuk menjadi inisiator dalam penyempurnaan aplikasi Srikandi agar lebih sederhana dan mudah digunakan. Menurut Denny, berbagai usulan pengembangan aplikasi yang dinilai sesuai dengan kebutuhan saat ini perlu mendapat respons cepat demi mendukung proses kerja yang lebih optimal.
Ia menilai, komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi hal penting agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan di lapangan.
“Perlu ada komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan serta kebutuhan di lapangan dapat berjalan selaras dan sinkron,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rudiyana, menyampaikan bahwa indeks SPBE Kota Bogor saat ini mencapai 4,08 atau berada pada kategori baik.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah indikator yang memerlukan peningkatan secara bersama-sama, terutama pada aspek yang memperoleh nilai rendah.
Rudiyana menegaskan bahwa pengembangan aplikasi ke depan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga harus memperhatikan keamanan sistem, manfaat, serta dampak yang dirasakan masyarakat.
Dengan penguatan berbagai aspek tersebut, Pemkot Bogor berharap implementasi pemerintahan digital dapat semakin mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoGenteng Cup XII 2026 Kembali Digelar, Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Bogor Selatan
-
Berita Terbaru3 minggu agoGerakan Pangan Murah Kota Bogor 2026, Beras hingga Minyak Goreng Dijual di Bawah Harga Pasar
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemkot Bogor Perkuat Akses Pendidikan, PKBM Gratis Dibuka untuk Anak Putus Sekolah
-
Berita Terbaru4 minggu agoPemkot Bogor Perkuat Program Cek Kesehatan Gratis dengan Sistem Digital CKG Smart
