Berita Terbaru
Festival Kopi Legendaris Kembali Hadir, Ada Kopi Sejarah Sejak 1925
BOGOR – Festival Kopi Legendaris kembali hadir sebagai bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026 di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mulai dari Jumat (21/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026)
Festival tersebut tidak hanya menawarkan sajian kopi, tetapi juga menghadirkan beragam produk yang lekat dengan sejarah dan identitas Kota Bogor.
Sebanyak 54 tenant ikut ambil bagian. Tujuh di antaranya khusus menghadirkan kopi legendaris atau kopi zaman dulu (jadul), tujuh tenant lainnya menawarkan kerajinan khas Bogor, sedangkan sisanya bergerak di bidang makanan dan minuman.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, festival tersebut menjadi salah satu cara untuk kembali memperkenalkan sejarah perkopian yang memiliki hubungan erat dengan Kota Bogor.
Ia menyebutkan, Bogor memiliki catatan penting dalam perjalanan kopi di Indonesia. Salah satunya sebagai lokasi aklimatisasi bibit kopi sebelum tanaman tersebut berkembang ke berbagai daerah.
“Sebagai sebuah rangkaian kegiatan di bulan Agustus, Festival Merah Putih ini tidak lepas dari sejarah. Jadi ada nilai nasionalisme yang kita bangun, tetapi juga ada kebanggaan lokal,” kata Dedie.
Selain menjadi tempat aklimatisasi kopi, Bogor juga disebut memiliki sejarah sebagai lokasi berdirinya klub kopi pertama di Indonesia pada masa Hindia Belanda.
Jejak panjang tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan produk kopi yang telah diproduksi sejak hampir satu abad lalu. Dedie menyebut kopi Bah Sipit sebagai salah satu kopi tertua di Bogor yang mulai diproduksi pada 1925 di kawasan Empang.
“1925 sudah ada pabrik kopi pertama, namanya Bah Sipit. Dulu tempatnya di daerah Empang,” ujarnya.
Menurut Dedie, berbagai catatan sejarah itu menjadi modal penting bagi Kota Bogor untuk terus mengembangkan sektor gastronomi. Kopi, lanjut Dedie tidak dapat dipisahkan dari ekosistem gastronomi karena berkaitan dengan produk lokal, pelaku usaha, sejarah hingga budaya masyarakat.
“Selain daya dukungnya untuk menjadikan Kota Bogor sebagai City of Gastronomy, bukan hanya ujungnya ada kafe, restoran, tetapi juga bagaimana ekosistem ini bisa dibangun. Termasuk perkopian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Festival Merah Putih 2026, Syahril M. Said mengatakan, penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu hanya terdapat sekitar 30 stan, kali ini jumlahnya meningkat menjadi 54 tenant. Jumlah tersebut diperoleh setelah panitia melakukan kurasi dari lebih dari 200 calon peserta.
“Jadi tahun ini lebih lengkap. Pembaruannya adalah masuknya kerajinan di dalam festival kali ini. Selain itu, minuman dan makanan legendaris yang jadul-jadul lebih banyak,” kata Syahril.
Menurutnya, seluruh produk yang ditampilkan telah dipilih dengan mempertimbangkan unsur kekhasan Bogor. Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan kembali produk-produk yang telah lama dikenal masyarakat.
“Semua khas Bogor. Kami memilih jadul, artinya produk dari Bogor yang dari dulu ada di jajanan pasar. Hari ini kami tampilkan dalam festival ini,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat juga terlihat sejak festival mulai dibuka. Bahkan, sebelum acara resmi dibuka, pengunjung telah berdatangan dan memenuhi area Lapangan Sempur.
“Antusias masyarakat hari ini cukup ramai. Sebelum Pak Wali buka, itu sudah mulai ramai sekali. Ini Anda lihat sendiri agak berdesak-desakan. Saya lihat tenant-tenant juga happy dengan jualan produk pada hari ini,” ungkap Syahril.
Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu kegiatan yang memperkuat citra Bogor sebagai kota kopi.
Syahril juga mengajak berbagai pihak untuk ikut menggali dan mengangkat potensi produk legendaris lainnya yang dimiliki Indonesia.
“Pesan saya adalah kami tampilkan kopi-kopi legendaris, makanan legendaris, dan kerajinan legendaris. Kami berharap Kota Bogor menjadi ikonik untuk festival kopi,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoGolkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua Hingga 30 Juli
-
Berita Terbaru4 minggu agoBuang Darah Dagingnya Sendiri, Polisi Tetapkan Wanita 21 Tahun jadi Tersangka
-
Berita Terbaru3 minggu agoRazia Kendaraan di Kota Bogor, Penunggak Pajak Diberi Kesempatan Bayar di Tempat, Knalpot Brong Ditilang
-
Berita Terbaru3 minggu agoGramedia Buka Gerai Baru di Bogor Great Mall Yasmin, Usung Konsep Bookstore & Café yang Modern
