Connect with us

Berita Terbaru

Bakesbangpol Kota Bogor Tingkatkan Literasi Politik Generasi Muda Jelang Pemilu 2029

Published

on

BOGOR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor terus mendorong peningkatan pemahaman politik bagi generasi muda melalui kegiatan Pengembangan Wawasan Politik bertema “Literasi Politik Generasi Muda, Membangun Politik Gagasan di Era Media Sosial” yang digelar di Rizen Hotel, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari wilayah Bogor Barat ini menjadi penutup rangkaian program pendidikan politik yang telah dilaksanakan sebanyak 14 kali melalui skema kemitraan.

Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor Mohamad Aleksander, serta perwakilan PK Golkar Bogor Barat Andi M. Ilham.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Kota Bogor, Anang Yusuf, mengatakan pendidikan politik menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda sebagai pemilih yang cerdas dan aktif menjelang pesta demokrasi berikutnya.

Advertisement

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi politik generasi muda agar mereka mampu memahami sistem, proses, dan dinamika politik secara utuh. Berdasarkan koordinasi dengan KPU, partisipasi politik di Kota Bogor pada tahun 2024 kemarin telah mencapai angka 84 persen. Kita ingin mempertahankan sekaligus meningkatkan angka tersebut agar anak muda tidak sekadar menjadi objek, melainkan agen perubahan yang kritis,” ujar Anang Yusuf.

Menurut Anang, keterlibatan politik tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan hak pilih saat pemilu, tetapi juga melalui partisipasi dalam proses pembangunan daerah, seperti menyampaikan aspirasi dan gagasan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menilai derasnya arus informasi di media sosial menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

“Padahal politik itu memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk kemaslahatan umat dan kesejahteraan rakyat. Tanpa politik, tujuan bernegara kita tidak akan tercapai. Melalui kegiatan ini, kita ingin melatih pemilih pemula agar bisa menyaring informasi, tidak mudah mendiskreditkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya, serta mampu melakukan kroscek ke sumber-sumber tepercaya,” kata Heri.

Advertisement

Ia juga mengajak generasi muda memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak dan integritas, bukan karena pertimbangan pragmatis, serta mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi menekankan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi dan menyebarkan informasi.

“Masyarakat harus bijak dalam bermedia sosial. Prinsip utamanya adalah saring sebelum sharing,” tegas Herman Indrabudi.

Ia menambahkan bahwa kualitas demokrasi tidak ditentukan oleh ramainya perdebatan di media sosial, melainkan oleh kualitas gagasan yang disampaikan masyarakat di ruang publik.

Advertisement

“Kualitas demokrasi kita tidak diukur dari seberapa keras kebisingan yang kita ciptakan di media sosial. Bukan pula dari banyaknya jumlah like dan comment, tetapi dari seberapa tajam gagasan yang kita pertukarkan di ruang publik,” pungkasnya. (Riza)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Berita Online paling Hade, Aktual dan Terpercaya.
Redaksi Perumahan Bogor Park Blok D 12 Pamoyanan Kota Bogor
Inquiry: bogorhdnews@gmail.com WA: 0818486109
Copyright © 2022 BogorHDNews.com. Theme by genbu.