Berita Terbaru
Jembatan Pasir Jaya-Paledang Mulai Bisa Dilintasi, Akses Motor Masih Dikaji
BOGOR – Warga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, kini memiliki akses yang lebih dekat menuju Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Jembatan penghubung sepanjang sekitar 45 meter yang telah resmi dibuka untuk pejalan kaki tersebut memangkas waktu perjalanan sekaligus memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sebelumnya, warga yang hendak menyeberang ke wilayah Paledang harus menempuh jalur memutar melalui kawasan Pancasan. Perjalanan yang bisa menghabiskan waktu sekitar 30 menit kini dapat dipangkas menjadi kurang lebih 15 menit melalui jembatan tersebut.
Manfaatnya terutama dirasakan oleh para pelajar yang bersekolah di wilayah seberang. Akses ini juga membantu warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan maupun mengunjungi keluarga dan kerabat.
Lurah Pasir Jaya, Rizky Dwi Nugraha, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang-Pasir Jaya menjadi solusi untuk mendekatkan akses antarkawasan yang selama ini terpisah oleh jalur perjalanan yang cukup jauh.
“Alhamdulillah, peresmian jembatan penyeberangan orang Paledang-Pasir Jaya sudah terlaksana. Untuk sementara, aksesnya masih hanya bisa dilalui pejalan kaki,” ujar Rizky.
Ia menuturkan, salah satu kelompok masyarakat yang mendapat manfaat langsung adalah anak-anak sekolah. Sejumlah pelajar dari Pasir Jaya menempuh pendidikan di SMP Negeri 7 Kota Bogor sehingga keberadaan jembatan dapat membantu mereka mencapai sekolah dengan lebih cepat.
Rizky mengatakan, penghematan waktu perjalanan menjadi salah satu keuntungan utama dari dibukanya akses penghubung tersebut.
“Kalau sebelumnya harus berputar ke arah Pancasan dan bisa memakan waktu sekitar 30 menit, dengan adanya jembatan ini perjalanan bisa dipangkas menjadi sekitar 15 menit,” katanya.
Ke depan, penggunaan jembatan untuk kendaraan roda dua juga berpeluang dibahas. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena perlu koordinasi ant wilayah serta sosialisasi kepada masyarakat di kedua kelurahan.
“Ke depan mungkin akan dikonsolidasikan antarwilayah Paledang dan Pasir Jaya untuk akses roda dua atau motor, karena ada beberapa hal nonteknis yang harus disosialisasikan dengan warga kedua belah pihak,” jelasnya.
Sementara itu, warga Pasir Jaya, Nura, menyambut baik dibukanya jembatan tersebut. Menurutnya, akses baru ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak menuju sekolah maupun rumah sakit tanpa harus berjalan memutar.
“Bagus, jadi lebih mempermudah yang dari sana ke sini untuk ke rumah sakit atau sekolah. Sekarang jadi lebih dekat,” kata Nura.
Ia menambahkan, jembatan tersebut juga memudahkan warga yang memiliki keluarga di wilayah seberang. Dengan akses yang lebih singkat, masyarakat dapat saling mengunjungi dengan berjalan kaki.
Warga lainnya, Lia, turut merasakan perubahan setelah jembatan mulai dapat dilintasi. Ia menyebut perjalanan yang sebelumnya harus melewati jalur memutar kini bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 10 menit.
“Enggak sampai 10 menit. Sebelumnya harus muter-muter, jalan kaki jauh. Sekarang lebih dekat,” ungkapnya.
Lia menilai, kemudahan tersebut juga penting bagi anak-anak yang bersekolah di kawasan Lebaksari. Dengan jalur penghubung yang lebih dekat, perjalanan menuju sekolah menjadi lebih praktis.
“Iya, anak-anak yang mau sekolah di Lebaksari jadi dipermudah,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru4 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru3 minggu agoIMSO ke-23 Diikuti 404 Siswa dari 23 Negara, Indonesia Kirim 63 Peserta
