Berita Terbaru
Dedie Rachim Dorong Solidaritas Warga Kota Bogor bagi Korban Bencana di Da
BOGOR – Semangat gotong royong masyarakat Kota Bogor kembali ditunjukkan melalui gerakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Inisiatif yang digerakkan mahasiswa ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut menyumbangkan donasi dalam gerakan tersebut. Dukungan serupa juga diberikan Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi dan jajaran perangkat daerah.
Dedie mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang berinisiatif mengajak masyarakat untuk membantu warga terdampak bencana. Menurutnya, gerakan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah.
“Ini langkah yang harus kita ambil, dari Bogor untuk Indonesia. Kita apresiasi dan mudah-mudahan donasi ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Dedie, Jumat (23/10/2026).
Ia berharap dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, Dedie mengajak warga Kota Bogor untuk bersama-sama menyukseskan penggalangan donasi tersebut.
Menurutnya, bantuan dari masyarakat dapat menjadi bentuk dukungan moral sekaligus meringankan beban para korban yang tengah menghadapi masa sulit.
Selain menggalang bantuan dana, Pemkot Bogor juga menyiapkan kemungkinan pengerahan relawan ke lokasi bencana. Dedie meminta tim relawan yang dikoordinasikan Jenal Mutaqin untuk bersiap apabila dibutuhkan.
Kesiapan tersebut dilakukan dengan menunggu arahan pemerintah pusat terkait kebutuhan penanganan bencana di wilayah Kalimantan dan NTT.
Dedie mengatakan, pengalaman Kota Bogor dalam menangani bencana diharapkan dapat menjadi bekal untuk membantu daerah lain, terutama apabila diperlukan dukungan tenaga maupun pengetahuan dalam penanganan di lapangan.
“Dengan pengalaman yang sudah ada dalam penanganan bencana, mungkin ilmunya bisa kita pakai untuk di Kalimantan atau NTT,” katanya.
Ia menambahkan, gerakan ini tidak sekadar berorientasi pada pengumpulan uang, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persaudaraan dan patriotisme masyarakat.
“Bencana di mana pun, warga Bogor selalu punya kepedulian. Termasuk dari teman-teman Cipayung Plus ini yang bergabung di Bogor,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Cipayung Plus Kota Bogor, Toni, menjelaskan bahwa gerakan tersebut berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Melalui musyawarah bersama, para mahasiswa kemudian sepakat untuk menghimpun kepedulian masyarakat dalam sebuah gerakan kemanusiaan.
“Melihat bencana yang terjadi hari ini, muncullah rasa kepedulian kita sebagai mahasiswa. Kiranya apa yang bisa kita lakukan. Berdasarkan musyawarah, terbentuklah Cipayung Plus Kota Bogor untuk negeri,” jelas Toni.
Cipayung Plus Kota Bogor terdiri atas sejumlah organisasi kemahasiswaan, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Untuk memperluas partisipasi masyarakat, penggalangan donasi ini juga didukung Bank Jabar Banten (BJB) melalui penyediaan kode QRIS. Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat menyalurkan bantuan secara digital dengan lebih mudah.
Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Kalimantan dan NTT.
Toni berharap gerakan tersebut mendapat dukungan luas dan menjadi titik awal tumbuhnya aksi solidaritas yang berkelanjutan di Kota Bogor.
“Harapan kami gerakan ini bisa diterima, bisa menjadi gerakan awal untuk Kota Bogor kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kita,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru4 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru3 minggu agoIMSO ke-23 Diikuti 404 Siswa dari 23 Negara, Indonesia Kirim 63 Peserta
