Berita Terbaru
Dedie Rachim Sebut Ground Breaking PSEL Kayumanis November 2026
BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau trase jalan menuju lokasi Pengolahan Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Kayumanis di Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/7/2026).
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.
Rencananya, PSEL Kayumanis bakal ground breaking pada bulan November mendatang.
Dedie mengatakan, PSEL Kayumanis dirancang tidak hanya untuk menangani sampah dari Kota Bogor. Ke depan, fasilitas tersebut juga berpotensi menerima sampah dari Kabupaten Bogor, Kota Depok, hingga wilayah lain di kawasan Jabodetabek apabila diperlukan.
“Kapasitasnya 1.000 ton per hari. Bisa dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, bahkan dari daerah lain jika memang dibutuhkan, supaya kawasan Jabodetabek semakin bersih,” ujarnya.
Menurut Dedie, konsep PSEL yang akan dibangun mengusung paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus ditimbun, melainkan sebagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan menjadi listrik.
Ia menegaskan teknologi yang digunakan telah diterapkan di banyak negara maju dengan standar pengendalian emisi yang ketat sehingga tidak menimbulkan polusi udara.
“Kita bukan lagi memakai paradigma lama dalam mengelola sampah. Sekarang sampah diolah menjadi energi listrik. Teknologinya sudah digunakan di Eropa, Amerika, Jepang, hingga Korea. Indonesia baru mulai, dan Bogor mendapat dua proyek PSEL,” katanya.
Dedie menambahkan, dirinya telah melihat langsung sistem pengelolaan sampah di Jepang yang memiliki puluhan fasilitas sejenis.
“Greater Tokyo saja memiliki sekitar 22 PSEL. Kita baru memiliki dua, yakni di Galuga dan Kayumanis. Negara lain sudah lama menerapkannya,” ungkapnya.
Dedie mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi sebaiknya didaur ulang, sementara hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang dikirim ke PSEL.
“Kalau masih bisa didaur ulang, jadikan nilai ekonomi. Yang masuk ke PSEL adalah sampah yang memang sudah tidak punya nilai lagi,” ucapnya.
Terkait sisa pembakaran, Dedie menjelaskan bahwa abu hasil proses insinerasi tidak akan dibuang begitu saja. Material tersebut akan diolah kembali melalui fasilitas Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi berbagai produk konstruksi.
“Nanti ada FABA Plant. Abu sisa pembakaran akan diolah lagi menjadi paving block, road base, kanstin, dan material bangunan lainnya. Jadi limbahnya pun tetap dimanfaatkan,” jelasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoDisdik Kota Bogor Pastikan SPMB SD 2026 Transparan, Bangku Sekolah Lebih Merata
-
Berita Terbaru3 minggu agoPAN Kota Bogor Gelar Muscab DPC, Dedie A. Rachim Pasang Target 10 Kursi DPRD
-
Berita Terbaru4 minggu agoGebyar PKBM Kota Bogor, 3.423 Lulusan Paket A, B, dan C Terima Ijazah
-
Berita Terbaru4 minggu agoKota Bogor Sabet Juara Umum POPWILDA Jabar 2026, Pencak Silat Jadi Lumbung Medali
