Berita Terbaru
FMP 2026 Berakhir, Dedie Rachim: Tamu dari Luar Daerah Ikut Gerakkan Ekonomi Kota Bogor
BOGOR – Festival Merah Putih (FMP) 2026 yang berlangsung sepanjang Agustus tak hanya menyuguhkan rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran ribuan masyarakat dalam berbagai agenda FMP juga dinilai ikut menghidupkan aktivitas ekonomi di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penyelenggaraan berbagai event di Kota Bogor memiliki kontribusi terhadap perputaran ekonomi, terutama ketika kegiatan tersebut mampu menarik kedatangan masyarakat dari luar daerah.
“Secara garis besar, pelaksanaan event apapun selalu berdampak langsung atau tidak langsung, termasuk kepada perputaran ekonomi Kota Bogor,” kata Dedie saat menghadiri Closing Ceremony FMP 2026 di Lanud Atang Sendjaja (ATS), Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).
Menurut Dedie, indikasi geliat ekonomi itu terlihat selama Agustus. Sejumlah sektor usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pengunjung disebut mengalami peningkatan aktivitas.
Ia menyebut sektor perhotelan menjadi salah satu yang merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan kemerdekaan.
“Kalau dilihat sepintas di bulan Agustus, meskipun belum tutup, memang di bulan Agustus itu ada peningkatan okupansi dari hotel, kemudian peningkatan pendapatan dari restoran, dari kafe, dari hiburan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dedie menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa event dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak kegiatan yang mampu menarik pengunjung, semakin besar pula potensi transaksi yang terjadi di berbagai sektor.
“Jadi semakin banyak event dilaksanakan di Kota Bogor, tentu akan ada dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.
FMP 2026 sendiri memiliki daya tarik karena tidak hanya melibatkan masyarakat lokal. Sejumlah agenda menghadirkan narasumber dan tamu dari luar Kota Bogor, bahkan terdapat masyarakat yang secara khusus datang untuk mengikuti sejumlah kegiatan.
Salah satunya prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Tugu Kujang. Agenda tersebut menjadi salah satu magnet FMP yang menarik kedatangan masyarakat dari berbagai wilayah.
“Apalagi kan kita banyak mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengundang beberapa narasumber dari luar, kemudian juga tamu-tamu dari luar,” kata Dedie.
“Dan banyak yang secara khusus datang untuk mengikuti penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih di Tugu Kujang,” sambungnya.
Mobilitas masyarakat tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Bogor dan sekitarnya. Dedie menyebut berdasarkan hasil wawancara, terdapat pengunjung yang datang dari Bandung, Jakarta, Cianjur, dan Sukabumi. Bahkan, FMP 2026 juga menarik kedatangan masyarakat dari luar Pulau Jawa.
“Jadi dari hasil wawancara, ada yang datang dari Bandung, dari Jakarta, dari Cianjur, dari Sukabumi, bahkan ada dari Sumatra dan Kalimantan,” ungkapnya.
Kedatangan pengunjung dari berbagai daerah itu dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian Kota Bogor. Selama berada di Bogor, para tamu dan pengunjung tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga menggunakan akomodasi, menikmati kuliner, hingga mengunjungi berbagai tempat hiburan.
“Jadi secara langsung tidak langsung tentu ada dampak terhadap ekonomi Kota Bogor,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoKampoong Ecopreneur Buka Pendidikan Bisnis Gratis, Siapkan Santri Jadi Pengusaha
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemkot Bogor Genjot Penanganan ATS, Jenal Mutaqin Ajak Semua Pihak Jemput Bola
-
Berita Terbaru4 minggu agoMilad ke-65 UIKA Dimeriahkan Fun Day, Sekaligus Luncurkan Program Bantuan Kuliah
-
Berita Terbaru4 minggu agoTingkatkan Pelayanan Air Bersih, Perumda Tirta Pakuan Lakukan Sensus Pelanggan
