Berita Terbaru
Pemkot Bogor Kebut Pembangunan Akses Jalan Pusat Pemerintahan Baru, Target Rampung November 2026
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menyiapkan kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, sebagai pusat pemerintahan baru yang akan dilengkapi berbagai fasilitas pelayanan publik.
Pembangunan kawasan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung progres pekerjaan di lokasi tersebut pada Senin (12/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia memantau pengerjaan pembersihan lahan (land clearing) serta pembangunan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Bogor Raya City dengan akses Tol Bogor Selatan.
Dedie menjelaskan, lahan seluas enam hektare tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sejumlah fasilitas secara bertahap, mulai dari kantor pemerintahan, masjid, hingga sarana olahraga yang dapat digunakan masyarakat Bogor Timur.
Salah satu kantor yang direncanakan hadir di kawasan itu adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
“Land clearing ini untuk memastikan rencana pekerjaan beberapa bangunan dan fungsi di area calon kantor pemerintahan Kota Bogor masa depan,” ujar Dedie saat meninjau lokasi.
Menurutnya, pusat pemerintahan baru tersebut dirancang untuk menyatukan berbagai layanan administrasi dalam satu kawasan. Sebanyak 21 organisasi perangkat daerah (OPD) direncanakan menempati lokasi tersebut sehingga masyarakat dapat mengakses beragam kebutuhan pelayanan dengan lebih mudah.
“Sehingga masyarakat nanti tidak terpencar-pencar kalau mengurus izin dan kebutuhan layanan lainnya. Nanti ada di sini semua,” katanya.
Selain menyiapkan kawasan perkantoran, Pemkot Bogor juga membangun jalan tembus untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Bogor Timur. Jalur tersebut dirancang dari akses Tol Bogor Selatan melalui Bogor Raya City menuju kawasan perkantoran, kemudian kembali terhubung ke Bogor Raya City.
Dedie mengungkapkan, progres pembangunan jalan saat ini telah mencapai 48 persen dengan deviasi positif sebesar 10 persen. Pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada November 2026, sebelum dilanjutkan dengan uji coba dan penyempurnaan sejumlah fasilitas pendukung.
“November selesai, tetapi nanti ada uji coba, melengkapi marka dan lain sebagainya. Lampu juga harus ada,” ungkapnya.
Jalan tersebut diharapkan dapat mulai digunakan pada akhir 2026 hingga Januari 2027. Kehadirannya diproyeksikan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Bogor Timur, terutama warga di sekitar perumahan Bogor Raya yang hendak menuju Summarecon maupun Bogor Raya City.
Dalam peninjauan tersebut, Dedie juga mengecek keberadaan tiga sumber mata air di area pembangunan. Dua sumber berada di sisi kiri kawasan, sementara satu sumber lainnya berada di bagian tengah dengan debit yang relatif lebih kecil.
Ia mengatakan, sumber air tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat Pangulaan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Karena itu, Pemkot Bogor tetap membuka peluang pemanfaatannya oleh masyarakat melalui penyediaan sambungan pipa.
“Dari Pemerintah Kota Bogor mengizinkan untuk dibuatkan pipa sambungan. Jadi, air di sini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bogor Timur,” jelasnya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, potensi sumber mata air tersebut juga akan dikaji untuk mendukung kegiatan pembibitan tanaman di kawasan itu.
Dedie menegaskan, pengembangan pusat pemerintahan di Katulampa tidak hanya berorientasi pada pembangunan gedung perkantoran. Penyediaan fasilitas umum dan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang lebih merata di berbagai wilayah Kota Bogor.
“Kita terus mencoba mencarikan alternatif-alternatif untuk pemerataan pembangunan di wilayah,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru2 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru2 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru3 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoBenarkah Banyak Makan Telur Bikin Bisul? Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB
