Berita Terbaru
dr. Stella : Diagnosis Tepat Kunci Atasi Hiperhidrosis
BOGOR – Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menurunkan suhu. Namun, pada sebagian orang, keringat bisa keluar secara berlebihan meskipun tubuh tidak sedang membutuhkan pendinginan. Kondisi ini dikenal dengan istilah hiperhidrosis.
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Eka Hospital Cibubur, dr. Stella Aprilia, Sp.BT menjelaskan, hiperhidrosis adalah kondisi medis di mana seseorang berkeringat secara berlebihan tanpa dipicu oleh suhu panas atau aktivitas fisik. Keringat berlebih ini umumnya muncul di area tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah.
Menurut dr. Stella, hiperhidrosis terbagi menjadi dua jenis. Hiperhidrosis primer, yang paling umum, biasanya mulai dirasakan sejak masa kanak-kanak atau remaja. Penyebabnya belum diketahui pasti, namun diduga terkait faktor genetik.
Sementara itu, hiperhidrosis sekunder disebabkan oleh penyakit lain, seperti gangguan tiroid, diabetes, infeksi, atau efek samping obat, dengan keringat berlebih yang terjadi di seluruh tubuh.
“Pada hiperhidrosis primer, keringat muncul akibat aktivitas berlebihan sistem saraf yang mengendalikan kelenjar keringat. Stres juga bisa memicunya. Sedangkan hiperhidrosis sekunder merupakan gejala dari penyakit lain, sehingga penting didiagnosis dengan tepat agar penanganannya efektif,” jelas dr. Stella, Selasa (16/9/2025).
Berbagai metode medis kini tersedia untuk mengatasi hiperhidrosis, tergantung tingkat keparahannya. Mulai dari penggunaan antiperspirant dengan kandungan aluminium klorida, iontophoresis dengan aliran listrik ringan, suntikan botox yang memblokir sinyal saraf pemicu keringat, hingga obat oral antikolinergik.
“Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan tindakan pembedahan Simpatektomi Torakoskopik Endoskopi (ETS),” katanya.
Pasien yang menjalani ETS, kata dr. Stella biasanya mengalami perbaikan signifikan pada area target, misalnya telapak tangan yang langsung kering. Namun, efek samping berupa compensatory sweating atau keringat berlebihan di bagian tubuh lain, seperti punggung dan perut, juga perlu diwaspadai.
Meski bukan kondisi berbahaya, menurut dr.Stella hiperhidrosis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri.
“Hidup dengan hiperhidrosis memang menantang, tetapi kondisi ini bisa dikelola. Jika keringat berlebih sudah mengganggu, segera konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang sesuai,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoTinjau Retakan Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Minta Dinas PUPR Prioritaskan Perbaikan Jalan Alternatif
-
Berita Terbaru4 minggu agoKLH Dorong Penyelamatan Sungai Ciliwung Lewat Gerakan Menanam di Puncak Bogor
-
Berita Terbaru3 minggu agoLewat A Cappella, GAN Acappella Sampaikan Pesan Dakwah dan Spiritual
-
Berita Terbaru4 minggu agoBogor Bageur Soccer Festival 2026 jadi Panggung Talenta Pesepakbola Usia Dini
