Connect with us

Berita Terbaru

Kunjungi TPA Cimenteng, Hanif Faisol Dorong Sukabumi Perkuat Edukasi Pilah Sampah

Published

on

SUKABUMI – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat edukasi kepada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Langkah tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah sekaligus menjaga keberlanjutan operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cimenteng.

Hal itu disampaikan Hanif saat meninjau TPA Cimenteng, Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, investasi pembangunan fasilitas RDF yang mencapai sekitar Rp120 miliar harus dijaga agar dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Advertisement

“Investasi ini tidak murah, sekitar Rp120 miliar. Umur alatnya harus panjang. Caranya, jangan sampai ada sampah residu yang menumpuk. Untuk mengurangi residu, sampahnya harus dipilah sejak awal,” ujar Hanif.

Ia mengungkapkan, kapasitas terpasang fasilitas RDF di TPA Cimenteng mencapai 120 ton sampah per hari. Namun saat ini baru mampu mengolah sekitar 80 ton per hari. Sampah yang diolah berasal dari 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Hanif menegaskan pengelola TPA perlu memiliki keberanian untuk membatasi sampah yang masuk agar hanya sampah yang telah dipilah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta segera menggerakkan masyarakat agar membiasakan pemilahan sampah dari rumah.

“Pilah sampah adalah kunci semuanya. Mau RDF, waste-to-energy, atau teknologi apa pun, tanpa dipilah biaya pengolahannya sangat tinggi dan tidak ekonomis. Kalau dipilah, volume residu berkurang dan sampah memiliki nilai sebagai sumber daya,” katanya.

Advertisement

Sebagai langkah awal, Hanif mengusulkan agar setiap dari 33 kecamatan yang saat ini telah terlayani memiliki minimal satu desa binaan yang menerapkan pemilahan sampah hingga 100 persen. Menurutnya, desa tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya.

Ia menilai manfaat pemilahan sampah tidak hanya meningkatkan efisiensi pengolahan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga menghasilkan kompos dan bahan baku daur ulang yang bernilai ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Hanif juga mendorong agar pembangunan fasilitas RDF terus diperluas untuk melayani seluruh timbulan sampah Kabupaten Sukabumi yang mencapai sekitar 1.700 ton per hari. Saat ini kapasitas pengolahan RDF dinilai masih jauh dari kebutuhan.

“Kami berharap pembangunan RDF semakin diperbanyak agar mampu mencakup sekitar dua juta penduduk Kabupaten Sukabumi. Saat ini baru sekitar 100 ton per hari, sehingga masih dibutuhkan banyak fasilitas serupa,” ucapnya.

Advertisement

Hanif menjelaskan, RDF memiliki prospek besar karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen, menggantikan penggunaan batu bara. Selain menekan emisi karbon, pemanfaatan RDF juga mengurangi emisi gas metana dari timbunan sampah yang memiliki potensi pemanasan global jauh lebih tinggi dibanding karbon dioksida.

Hanif menyatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi nasional untuk mempercepat pengembangan RDF di daerah, seperti halnya regulasi waste-to-energy yang telah diterbitkan sebelumnya.

“Kami akan mendorong RDF memiliki payung hukum melalui Peraturan Presiden. Tujuannya agar persoalan pembiayaan, proses pengadaan, hingga mekanisme tipping fee tidak lagi menjadi hambatan di daerah,” jelasnya.

Menurut Hanif, Indonesia memiliki 23 pabrik semen dari 18 perusahaan yang berpotensi memanfaatkan RDF. Dengan dukungan regulasi tersebut, sekitar 132 kabupaten/kota yang berada di sekitar pabrik semen diproyeksikan mampu mengurangi hingga sekitar 30 persen timbulan sampah nasional melalui pemanfaatan RDF.

Advertisement

Ia menambahkan, strategi penanganan sampah nasional nantinya akan dibagi berdasarkan karakteristik wilayah, yakni melalui waste-to-energy, RDF untuk industri semen, RDF non-semen, serta pengolahan sampah berbasis potensi lokal di daerah yang tidak memiliki akses ke pabrik semen.

“Jadi membangun penanganan setempat melalui pemanfaatan organik setempat dengan berbagai macam metode. Saya rasa itu yang harus kita tempuh,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Berita Online paling Hade, Aktual dan Terpercaya.
Redaksi Perumahan Bogor Park Blok D 12 Pamoyanan Kota Bogor
Inquiry: bogorhdnews@gmail.com WA: 0818486109
Copyright © 2022 BogorHDNews.com. Theme by genbu.