Berita Terbaru
Festival Merah Putih Masuki Tahun ke-11, Dedie: Wariskan Nilai Kebangsaan ke Generasi Muda
BOGOR – Festival Merah Putih (FMP) 2026 tak hanya menjadi agenda tahunan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga dinilai mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim usai mengikuti rangkaian Kirab Bendera Merah Putih dari Tugu Kukang Hingga Pusdikzi pada Minggu (9/8/2026).
Dedie melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti FMP tahun ini cukup tinggi. Berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar hingga orang dewasa, turut berbaur dalam rangkaian kegiatan yang telah menjadi tradisi selama 11 tahun tersebut.
“Mulai dari anak-anak kecil, pelajar SD, SMP, SMA, perguruan tinggi semuanya berbaur bersama masyarakat dari berbagai kalangan, berbagai komponen masyarakat. Tua, muda, semuanya terlihat wajahnya gembira,” kata Dedie.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan masih menjadi pemersatu di tengah keberagaman warga Kota Bogor.
Rangkaian FMP sendiri digelar dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Salah satunya tradisi pengibaran Sang Saka Merah Putih pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari.
Dedie menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan memperkuat nasionalisme masyarakat.
“Ini tradisi yang sudah dibangun dari Bogor, sudah berlangsung yang ke-11 kali. Dan ini meneguhkan komitmen kita semua, warga Kota Bogor, untuk selalu membangkitkan rasa nasionalisme, rasa patriotisme dan tentu saja terus membangun kecintaan terhadap tanah air dan bangsa,” ujarnya.
Dedie juga mengingatkan agar keberadaan FMP terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Menurutnya, festival tersebut merupakan warisan yang dibangun para sesepuh dan tokoh masyarakat Bogor dengan visi untuk memperkuat nilai kebangsaan.
Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
“Karena ini warisan dari para kesepuhan Bogor, inohong Bogor yang memiliki visi jauh ke depan dengan membuat Festival Merah Putih ini. Artinya kita juga harus menyiapkan generasi penerus. Kita harus wariskan nilai-nilai kebangsaan ini, nilai baik ini kepada para generasi muda Kota Bogor,” jelas Dedie.
Selain aspek kebangsaan, kemeriahan FMP juga dinilai memberikan efek positif terhadap aktivitas ekonomi. Dedie menyebut sejumlah peserta dan tamu yang ditemuinya bahkan datang dari luar daerah untuk menyaksikan rangkaian kegiatan di Kota Bogor.
Ia berharap tingginya kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan sektor ekonomi lokal.
“Ini dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Di Indonesia ini, terutama di Bogor ini, luar biasa disambutnya dengan sangat meriah. Dan ini juga ternyata mempunyai dampak ekonomi,” ungkapnya.
Dedie menambahkan, keberadaan pengunjung dari berbagai daerah menunjukkan bahwa FMP memiliki daya tarik yang lebih luas dan berpotensi menjadi salah satu kegiatan yang turut menggerakkan perekonomian Kota Bogor.
“Insyaallah ini juga bisa menggerakkan ekonomi,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoMPLS 2026 di Kota Bogor, Siswa Baru SMP Wajib Bawa Bibit Pohon untuk Ditanam
-
Berita Terbaru4 minggu agoPerumda Tirta Pakuan Usulkan Penambahan PMP 2027 Demi Percepat Proyek Strategis Air Bersih Kota Bogor
-
Berita Terbaru3 minggu agoDPRD Kota Bogor Siapkan Skema Baru Bantuan Pendidikan, Prioritaskan Beasiswa untuk Tekan Angka Putus Sekolah
-
Berita Terbaru4 minggu agoDinkes Kota Bogor Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis bagi Wartawan
