Berita Terbaru
Malahayati Consultant Bogor Edukasi Klien Pinjol soal Hukum dan Kesehatan Mental
BOGOR – Menghadapi persoalan pinjaman online (pinjol) membutuhkan lebih dari sekadar upaya menyelesaikan kewajiban utang. Tekanan penagihan yang dialami seseorang juga perlu dihadapi dengan kesiapan mental dan pemahaman mengenai hak serta kewajiban hukum.
Atas dasar itu, PT Malahayati Nusantara Raya Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bogor menggelar seminar New Mentality Health (NMT) bagi klien baru di kantor Malahayati Consultant, Jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Literasi dan Edukasi Dampak Negatif Pinjol, Pemahaman Hukum Perdata, Pidana dan Ketenagakerjaan serta Training Pemulihan Mental” tersebut menjadi sarana pembinaan bagi klien yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi persoalan pinjol.
Kepala Cabang Malahayati Consultant Bogor, Harry Sudrajat, mengatakan layanan pendampingan yang dibuka di Kota Bogor mendapat respons positif dari masyarakat. Selama sekitar lima bulan beroperasi, pihaknya telah menangani lebih dari 300 klien.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat Bogor sangat besar. Selama kurang lebih lima bulan berjalan, klien yang sudah kami dampingi lebih dari 300 orang,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jo itu.
Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan agar klien memiliki pemahaman lebih baik dalam menghadapi situasi sulit, terutama ketika mengalami tekanan akibat utang dan proses penagihan.
Menurut Harry, persoalan pinjol berpotensi menimbulkan berbagai reaksi emosional, seperti kecemasan, stres, penyesalan, hingga perasaan putus asa. Karena itu, penguatan mental menjadi salah satu materi yang diberikan kepada peserta.
Dalam seminar tersebut, peserta mempelajari konsep grief cycle, yakni tahapan respons emosional yang dapat muncul saat seseorang menghadapi situasi berat. Tahapan itu meliputi penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
“Melalui materi ini, peserta diharapkan dapat mengenali respons emosional yang muncul ketika menghadapi masalah, sehingga bisa menyikapinya dengan lebih baik,” jelas Harry.
Pembahasan juga mencakup pendekatan emotional-focused coping untuk mengelola tekanan emosional serta problem-focused coping yang berorientasi pada upaya mencari jalan keluar dari persoalan.
Sementara itu, Kepala Departemen Produk dan Layanan PT Malahayati Nusantara Raya, Maulana Akbar, menyampaikan bahwa program NMT ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pinjol dan langkah yang bisa dilakukan ketika menghadapi gagal bayar.
“Tujuannya untuk membangun atau meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak takut lagi dan tidak awam terhadap risiko-risiko yang mereka hadapi,” kata Maulana.
Ia menuturkan, pendampingan Malahayati Consultant juga diarahkan untuk membantu klien menghadapi situasi penagihan yang menimbulkan tekanan, baik ketika kolektor mendatangi rumah, tempat kerja, maupun saat klien menerima tekanan melalui media sosial.
Menurut Maulana, masyarakat perlu mengetahui cara menyikapi situasi tersebut tanpa membiarkan ketakutan menguasai kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, masyarakat tidak takut lagi. Kami fokus pada pendampingan setelah mereka mengalami gagal bayar,” ujarnya.
Selain pemulihan mental, seminar turut memberikan edukasi mengenai aspek hukum perdata, pidana, dan ketenagakerjaan yang berkaitan dengan persoalan pinjol.
Peserta diajak memahami bahwa kewajiban menyelesaikan utang perlu dibedakan dari tindakan penagihan yang berpotensi melanggar hukum. Beberapa persoalan yang menjadi pembahasan antara lain dugaan penipuan, pemerasan, pengancaman, penyebaran data pribadi, pencemaran nama baik, serta penagihan yang tidak beretika.
Maulana menambahkan, masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan pendampingan dapat mengakses tautan resmi Malahayati Consultant atau mendatangi kantor cabang terdekat. Jaringan kantor tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Bogor, Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Serang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Probolinggo.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah klien yang telah ditangani Malahayati Consultant secara keseluruhan mencapai sekitar 100.000 orang.
Maulana berharap pendampingan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan gagal bayar secara lebih terarah sekaligus mencegah dampak yang lebih serius terhadap diri sendiri dan keluarga.
“Kami ingin menguatkan mental masyarakat agar persoalan gagal bayar tidak berujung pada hal-hal yang lebih jauh, seperti mengorbankan keluarga, perceraian, bahkan sampai bunuh diri,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru2 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru2 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru2 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoKajian Agama Dikemas dalam Retret di Alam, Peserta Membludak hingga Waiting List
