Berita Terbaru
Dishub Kota Bogor Susun Grand Design Transportasi, Kemacetan dan Angkot Jadi Prioritas
BOGOR – Penataan transportasi di Kota Bogor diarahkan pada pembenahan menyeluruh, mulai dari kelancaran arus kendaraan hingga peningkatan kualitas angkutan umum.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk menjawab persoalan kemacetan, parkir liar, serta ketidakseimbangan jumlah armada angkutan kota (angkot).
Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menyebut pembenahan transportasi membutuhkan pendekatan terpadu. Selain melakukan rekayasa lalu lintas, pemerintah juga perlu menyesuaikan jumlah angkutan umum dengan kebutuhan masyarakat dan menghubungkan layanan transportasi agar lebih efektif.
Ia menjelaskan, grand design transportasi Kota Bogor bertumpu pada tiga sasaran, yaitu meningkatkan mobilitas lalu lintas, mengatasi kelebihan pasokan angkutan umum atau over-supply, serta membangun integrasi melalui kerja sama lintas sektor.
“Sasarannya ada tiga aspek utama. Pertama, bagaimana kami mampu menyelesaikan masalah kemacetan untuk meningkatkan mobilitas lalu lintas secara keseluruhan. Kedua, mengelola angkutan umum yang saat ini dihadapkan pada kondisi over-supply melalui transformasi pelayanan publik. Ketiga, bagaimana semuanya ini terintegrasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Sujatmiko, Selasa (27/10/2026).
Untuk mendukung sasaran tersebut, Dishub mengevaluasi kondisi jalan dan persimpangan yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan. Salah satu upayanya dilakukan di kawasan Alun-Alun Kota Bogor melalui penertiban parkir di bahu jalan yang menyebabkan ruang gerak kendaraan menjadi terbatas.
Di sejumlah lokasi lain, penyesuaian geometri jalan dan pembongkaran median yang dianggap kurang efektif turut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas. Titik yang menjadi perhatian meliputi Simpang Ekalokasari, Jalan Martadinata, Simpang Jambu Dua, Simpang Lippo Mall, Kebon Pedes, dan kawasan Ciawi.
Menurut Sujatmiko, perubahan kondisi jalan harus diikuti evaluasi berdasarkan situasi nyata di lapangan. Dengan begitu, rekayasa yang diterapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran arus kendaraan, mengurangi antrean, serta menekan waktu tunggu di persimpangan.
“Kami melakukan evaluasi dan penyesuaian infrastruktur jalan berdasarkan data riil di lapangan. Tujuannya jelas, yakni mempercepat mobilitas, mengurai titik-titik simpul kemacetan, dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” katanya.
Persoalan parkir juga menjadi bagian dari penataan tersebut. Dishub berencana memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan, termasuk dengan menerapkan sanksi penggembokan kendaraan serta denda administratif.
Sujatmiko menegaskan, pembayaran denda diarahkan langsung ke kas daerah agar pelaksanaannya sesuai ketentuan. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mencegah parkir liar yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Sementara itu, pembenahan angkutan umum difokuskan pada penyesuaian jumlah armada dan pembaruan kendaraan. Persoalan over-supply menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah berkembangnya layanan transportasi berbasis daring dan perubahan pola perjalanan masyarakat.
Kondisi armada juga menjadi perhatian karena sebagian besar angkot konvensional di Kota Bogor telah berusia lebih dari 20 tahun. Karena itu, program konversi dan rasionalisasi armada didorong secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbaiki mutu pelayanan kepada penumpang.
“Melalui program transformasi yang digulirkan secara bertahap hingga penghujung tahun ini, Dishub mengarahkan peremajaan armada ke arah angkutan yang lebih ramah lingkungan, terintegrasi, dilengkapi fasilitas pembayaran nontunai (e-money), serta ramah kaum difabel,” terangnya.
Transformasi tersebut tidak hanya menyasar kondisi fisik kendaraan, tetapi juga sistem pelayanan. Penguatan trayek pengumpan atau feeder dan koridor angkutan massal menjadi bagian dari upaya menghubungkan perjalanan masyarakat dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas dan layanan transportasi utama. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru4 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru4 minggu agoIMSO ke-23 Diikuti 404 Siswa dari 23 Negara, Indonesia Kirim 63 Peserta
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemkot Bogor Rencanakan Nobar Final Indonesia vs Thailand, Dedie Prediksi Skor 3-1
