Berita Terbaru
IMSO ke-23 Diikuti 404 Siswa dari 23 Negara, Indonesia Kirim 63 Peserta
BOGOR – Sebanyak 63 siswa sekolah dasar akan membawa nama Indonesia dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang digelar di Depok, Jawa Barat, 2-7 Oktober 2026.
Mereka akan bersaing bersama 341 peserta lainnya dari 22 negara dalam kompetisi internasional bidang Matematika dan Sains yang tahun ini berlangsung di Indonesia sebagai tuan rumah.
Kontingen Indonesia terdiri dari 32 siswa bidang Matematika dan 31 siswa bidang Sains. Para peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan hingga wilayah lainnya.
Chairman IMSO, Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah), sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan para peserta Indonesia telah melalui proses seleksi nasional sebelum ditetapkan menjadi bagian dari Timnas IMSO Indonesia.
“Para peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan hingga daerah lainnya. Mereka telah melalui proses seleksi nasional secara bertahap dan ketat dalam tiga tahap sebelum ditetapkan menjadi wakil Indonesia di IMSO-23,” kata Ridwan.
IMSO-23 akan diikuti total 404 siswa dari 23 negara. Selain Indonesia, peserta berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Kazakhstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Maroko, Nepal, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.
Ridwan mengatakan kehadiran peserta dari berbagai negara membuat IMSO tidak hanya menjadi kompetisi akademik, tetapi juga ruang untuk mempertemukan talenta muda di bidang Matematika dan Sains.
IMSO-23 diselenggarakan KPM bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.
Menurut Ridwan, dukungan pemerintah tersebut turut memperkuat upaya pengembangan talenta Matematika dan Sains sejak jenjang sekolah dasar.
“Kompetisi ini sekaligus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengasah kemampuan melalui ajang internasional serta memperkuat budaya prestasi di bidang pendidikan,” ujarnya.
Kompetisi IMSO sendiri telah diselenggarakan sejak 2003. Peserta tidak hanya menghadapi soal yang menguji pemahaman teori, tetapi juga mengikuti materi yang menuntut kemampuan eksplorasi dan eksperimen.
Aspek penalaran dan pemecahan masalah menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut.
“Kemampuan penalaran, pemecahan masalah, hingga penerapan konsep Matematika dan Sains menjadi bagian yang diuji dalam rangkaian kompetisi,” jelas Ridwan.
Rangkaian kegiatan IMSO-23 akan berlangsung di BBPPMPV Sektor Bisnis dan Pariwisata, Depok. Sementara Opening Ceremony, Cultural Night, dan Closing Ceremony akan digelar di PPSDM Kemendikdasmen, Depok.
Selain kompetisi Matematika dan Sains, para peserta akan mengikuti STEM Presentation, kegiatan kebersamaan, serta agenda pertukaran budaya. Mereka juga dijadwalkan mengikuti city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia kepada para peserta dari berbagai negara, khususnya mengenai keragaman budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sekaligus Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, Ph.D., mengatakan Indonesia perlu mempersiapkan pelaksanaan IMSO secara serius karena ajang tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.
“Ini event internasional sangat prestisius dan menjadi ajang bagi anak-anak kita untuk menunjukkan prestasi. Sehingga kita perlu persiapan yang matang, persiapan yang serius,” kata Didik.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan IMSO tidak hanya berkaitan dengan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga persiapan para peserta yang akan berkompetisi.
“Kami berharap di ajang ini nanti, kita tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, tapi juga harapan kami sukses meraih prestasi,” ujarnya.
Didik mengatakan persiapan yang lebih baik dibutuhkan untuk mendukung capaian peserta dalam kompetisi.
“Pengalaman menunjukkan kalau kita persiapkan dengan lebih baik, maka hasilnya juga bisa kita andalkan, hasilnya juga lebih bagus,” katanya.
Di sisi lain, IMSO juga dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran budaya. Para peserta dari berbagai negara akan mendapat kesempatan mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui sejumlah agenda yang telah disiapkan.
“Ini bukan hanya tentang lombanya sendiri, tapi juga tentang kearifan dan budaya Indonesia. Sehingga kalau nanti ada presentasi tentang macam-macam budaya, semoga kita bisa menampilkan dengan baik,” ucap Didik.
Ia juga mengaitkan penyelenggaraan IMSO dengan penguatan STEM dalam pendidikan, yang meliputi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
“Ini juga sejalan dengan kebijakan Pak Presiden dalam Asta Cita ke-4 yang sangat menekankan pentingnya STEM, Science, Technology, Engineering, Mathematics,” tuturnya.
Menurut Didik, kemampuan yang diuji dalam IMSO juga sejalan dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan penalaran melalui Pembelajaran Mendalam.
“Pembelajaran Mendalam yang sekarang sudah berjalan di tahun yang kedua, semoga sangat relevan dengan bagaimana berpikir kritis, bernalar kritis, kemudian eksplorasi. Ini semua ada di dalam IMSO yang dilakukan ini,” katanya.
Seluruh rangkaian IMSO-23 akan ditutup melalui Closing & Awarding Ceremony. Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum pengumuman hasil kompetisi dan pemberian penghargaan kepada peserta berprestasi.
Selain menjadi arena kompetisi, IMSO-23 di Indonesia juga diharapkan menjadi ruang bagi ratusan siswa dari berbagai negara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring persahabatan.
Bagi Indonesia, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan talenta muda dan potensi pendidikan nasional kepada dunia, sekaligus memperluas jejaring pendidikan internasional. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoMenembus Paradoks Titik Api: Mendorong Ketahanan Lanskap Karhutla
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemkot Bogor Tetapkan PJJ TK, SD, SMP Mulai Senin 7 September 2026
-
Berita Terbaru3 minggu agoPesantren Al Falakiyah Kebakaran, Diduga Berawal dari Santri Bermain Api
-
Berita Terbaru4 minggu agoDedie Rachim Minta Konsep Leuweung Batutulis Dikembalikan ke Fungsi Hutan Kota
