Berita Terbaru
Unpar Hadir di Kota Bogor, Buka 2 Program Studi Unggulan Mulai September 2027
BOGOR – Kota Bogor kini memiliki tambahan pilihan pendidikan tinggi setelah Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) resmi membuka kampus di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah.
Kampus ini menghadirkan dua program studi, yakni Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems, dengan perkuliahan perdana dijadwalkan pada September 2027.
Kehadiran kampus tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang perencanaan pembangunan, arsitektur, serta teknologi industri yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
Rektor Unpar, Prof Tri Basuki Joewono, mengatakan ekspansi ke Kota Bogor merupakan bagian dari upaya universitas memperluas kontribusi pendidikan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Unpar umurnya 71 tahun dan akan 72 tahun sejak didirikan. Kami ingin memberikan pelayanan agar pendidikan tinggi bisa memberikan dampak nyata,” ujar Tri Basuki usai peresmian kampus Unpar Bogor, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Tri, Bogor memiliki arti tersendiri bagi Unpar karena berkaitan dengan sejarah berdirinya universitas tersebut. Salah satu pendiri Unpar merupakan Uskup Bogor. Faktor tersebut turut mendorong universitas untuk kembali hadir dan berkontribusi di kota ini.
“Kami ingin hadir ke akarnya, yaitu di Bogor. Kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali Kota untuk melihat bagaimana Unpar bisa terlibat mengembangkan apa yang sudah dimiliki Kota Bogor menjadi lebih besar,” katanya.
Tri menjelaskan, kedua program studi yang dibuka di Bogor merupakan bagian dari skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Sebelumnya, program studi tersebut telah diselenggarakan di kampus utama Unpar di kawasan Ciumbuleuit, Bandung.
Ia menyebutkan, Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems telah memiliki akreditasi unggul serta akreditasi internasional. Pembukaan kedua program studi tersebut di Bogor diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga profesional di daerah.
“Unpar memiliki program studi yang siap memberikan pelayanan pendidikan tinggi dalam dua bidang, yaitu arsitektur dan teknik industri. Kami melihat dua bidang ini dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan potensi yang ada di Kota Bogor,” ungkapnya.
Pada tahap awal, Unpar menargetkan penerimaan sekitar 30 hingga 40 mahasiswa untuk masing-masing program studi. Jumlah tersebut direncanakan bertambah secara bertahap seiring dengan perkembangan penyelenggaraan pendidikan di kampus Bogor.
Selain membuka peluang bagi calon mahasiswa, Unpar juga berencana mengembangkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dalam berbagai bidang. Kolaborasi tersebut tidak terbatas pada arsitektur dan teknologi industri, tetapi juga berpotensi menyentuh sektor pendidikan.
Tri menyampaikan, Unpar memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan tujuh program studi yang dapat menjadi salah satu peluang pengembangan kerja sama bersama pemerintah daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik kehadiran Unpar. Menurutnya, pembukaan program studi Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems sejalan dengan kebutuhan pembangunan serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dedie menilai, kebutuhan tenaga ahli arsitektur akan terus meningkat seiring pembangunan berbagai fasilitas dan kawasan. Karena itu, keberadaan program studi tersebut di Kota Bogor diharapkan dapat membantu menyiapkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Dua program studi ini akan dibutuhkan untuk masa depan. Arsitektur akan tetap diperlukan sampai kapan pun, termasuk di Bogor,” kata Dedie.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi industri yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pendekatan green industry dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Selain itu, Dedie berharap pendidikan arsitektur yang tersedia di Kota Bogor dapat diikuti dengan penguatan kompetensi dan sertifikasi profesi sesuai ketentuan perundang-undangan, khususnya di bidang jasa konstruksi.
“Kalau sekarang sudah ada ilmunya dan bidang studinya di sini, sekalian saja ditambah proses supaya mereka punya sertifikasi, bisa langsung bekerja, membantu, dan mempermudah proses,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru2 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru2 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru2 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoKajian Agama Dikemas dalam Retret di Alam, Peserta Membludak hingga Waiting List
