Connect with us

Berita Terbaru

Pemkot Bogor Siapkan PSEL Kayumanis, Akses Jalan Diperlebar untuk Dukung Operasional

Published

on

BOGOR – Persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus berjalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini memprioritaskan penataan akses jalan untuk mendukung kelancaran operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut.

PSEL Aglomerasi Bogor Raya 2 itu ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026. Fasilitas ini direncanakan menjadi bagian dari upaya penanganan sampah regional melalui pengolahan menjadi energi listrik dan produk turunan lainnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kesiapan lahan di Kayumanis secara teknis telah memenuhi persyaratan. Tahapan perizinan, penetapan aset, serta perencanaan fasilitas juga telah berjalan, sehingga fokus selanjutnya adalah memastikan akses menuju kawasan proyek memadai.

Menurut Dedie, jalan menuju kawasan proyek perlu memiliki lebar sekitar delapan meter agar kendaraan operasional, khususnya truk pengangkut sampah, dapat melintas dan berpapasan dengan aman.

Advertisement

“Yang dibutuhkan sekarang, jalan standar itu antara empat sampai 5,5 meter. Sementara kebutuhan kita kurang lebih delapan meter untuk bisa memastikan crossing dari kendaraan, terutama kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke dalam area proyek IPAL maupun proyek PSEL,” kata Dedie saat meninjau lokasi pembangunan PSEL Kayumanis pada Kamis (15/10/2026).

Ia menuturkan, penyiapan akses jalan turut mempertimbangkan kondisi kontur tanah di sekitar lokasi. Pekerjaan pemotongan dan penimbunan tanah atau cut and fill kemungkinan diperlukan untuk menyesuaikan elevasi lahan.

Meski demikian, Dedie menilai belum terdapat kendala teknis besar yang dapat menghambat persiapan proyek. Pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap dengan konstruksi yang direncanakan menggunakan beton.

Selain menunjang aktivitas proyek, akses tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak menuju tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan tersebut. Sementara itu, akses ke area inti PSEL, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan fasilitas pendukung lainnya akan dibatasi untuk menjaga keamanan operasional.

Advertisement

Dedie menjelaskan, PSEL Kayumanis dikembangkan dengan pendekatan aglomerasi. Artinya, fasilitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pengolahan sampah dari sejumlah wilayah, tidak hanya Kota Bogor.

Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan Kabupaten Bogor, Kota Depok, hingga sebagian wilayah DKI Jakarta. Namun, pembahasan mengenai bentuk kerja sama dan kebutuhan sampah yang akan diolah masih berlangsung.

“Sebetulnya kita membuka kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan sebagian mungkin wilayah DKI. Ini untuk kepentingan bersama, tetapi masih dalam proses pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Dedie, konsep aglomerasi menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab tingginya timbulan sampah di kawasan Bogor Raya. Karena itu, kebutuhan pasokan sampah dari masing-masing daerah akan dipastikan melalui pembahasan teknis lebih lanjut.

Advertisement

Pemkot Bogor saat ini berfokus menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung agar pembangunan fasilitas tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Selain menghasilkan energi listrik, PSEL Kayumanis direncanakan memiliki fasilitas pengolahan residu pembakaran atau fly ash and bottom ash (FABA). Material hasil pengolahan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, seperti lapisan dasar jalan (roadbase), paving block, dan kanstin.

Dedie menyebutkan, pengembangan produk turunan tersebut dapat memperluas manfaat fasilitas PSEL, terutama dalam mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur.

“Jadi memang nanti turunannya banyak. Kita bisa bikin juga paving block, yudit atau kanstin,” ungkapnya.

Advertisement

Kawasan tersebut juga berpotensi dilengkapi fasilitas pengolahan air limbah dan air bersih. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga Kayumanis, Tanah Sareal, dan Merdeka.

Dari sisi lingkungan, proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) masih berjalan. Pemkot Bogor akan melengkapi persyaratan yang diperlukan seiring dengan tahapan persiapan pembangunan.

“Secara keseluruhan, kawasan yang disiapkan memiliki luas sekitar 12 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar enam hektare dialokasikan untuk PSEL, sedangkan lahan lainnya direncanakan untuk IPAL, akses jalan, serta fasilitas pendukung dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Riza)

Advertisement
Continue Reading
Advertisement

Trending

Berita Online paling Hade, Aktual dan Terpercaya.
Redaksi Perumahan Bogor Park Blok D 12 Pamoyanan Kota Bogor
Inquiry: bogorhdnews@gmail.com WA: 0818486109
Copyright © 2022 BogorHDNews.com. Theme by genbu.