Berita Populer
Pilipus Tarigan, RNA Tidak Terkualifikasi Sebagai Delik
Bandung – Sidang perkara Tindak Pidana Korupsi Pembelian Lahan Jambu Dua Kota Bogor untuk Relokasi PKL Eks Jl. MA Salmun, dengan Terdakwa HYP, IG dan RNA di Pengadilan Tipikor Bandung hari ini memasuki Sidang Pembelaan (pledoi) dari para Penasehat Hukum terdakwa, Senin, (26/9/2016).
Kepada engingengnews.com, Penasehat Hukum RNA, Pilipus Tarigan, S.H.M.H. mengatakan, tim PH sudah menyiapkan pledoi pembelaan untuk RNA. “intinya Ronny selaku ahli penilai dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya selaku konsultan penilaian tidak terkualifikasi sebagai delik,” ungkap Pilipus, Senin (26/9).
Pilipus menegaskan, Penuntut Umum dalam merumuskan kerugian Negara telah menggunakan standar ganda, dimana didalam dakwaan menyatakan kerugian Negara berdasarkan perhitungan KJPP Immanuel Johnny dan Rekan sebesar Rp.28.400.533.057,- (dua puluh delapan miliar empat ratus juta lima ratus tiga puluh tiga ribu lima puluh tujuh rupiah) dan berdasarkan BPKP sebesar Rp. 43.100.000.000,- (empat puluh tiga miliar seratus juta rupiah).
Dan perlu diingat, fakta bahwa terdakwa Ronny Nasrun Adnan tidak pernah menerima pemberian atau janji dalam bentuk apapun. “Selain honorarium sebesar Rp.39.824.583,- yang didasarkan pada SPK tertanggal 19 Desember 2014, saudara RNA tidak menerima apapun,” tegas Pilipus.
Seperti diketahui, dalam sidang yang digelar senin lalu, Penuntut Umum mengganjar tuntutan masing-masing 6 (enam) tahun kepada para terdakwa, HYP, IG dan RNA. (boy/001)
-
Berita Terbaru4 minggu agoOpen Soccer Festival 2026, Cara SSB Garuda Bogor Wadahi Pembinaan Talenta Usia Dini
-
Berita Terbaru4 minggu agoRakor KLH dan ADKASI Dorong Dukungan DPRD Kabupaten Atasi Krisis Sampah
-
Berita Terbaru3 minggu agoKLH Dukung Langkah Tegas Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra
-
Berita Terbaru2 minggu agoBogor Bageur Soccer Festival 2026 jadi Panggung Talenta Pesepakbola Usia Dini

Login dulu untuk mengirim komen Login