Featured
Gelar Musrenbang, Camat Bogor Tengah Usulkan 88 Kegiatan Antisipasi Bencana

KOTA BOGOR – Penanganan wilayah rawan bencana atau zona hitam menjadi salah satu program prioritas Kecamatan Bogor Tengah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024.
Hal itu, dikatakan Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid dalam Musrenbang Kecamatan Bogor Tengah di Jala Dewi Sartika, Kota Bogor, Rabu (25/1/2023).
Kecamatan Bogor Tengah mencatat ada 17 lokasi tempat tinggal yang tersebar di 11 kelurahan masuk dalam kategori zona hitam. Dari sejumlah wilayah itu terdapat 295 kepala keluarga dengan dihuni 982 jiwa.
Dalam Musrenbang Kecamatan Bogor Tengah mengusulkan 88 kegiatan baik bidang pemerintahan, ekonomi, sosial budaya, dan fisik.
“Seperti diketahui di Bogor Tengah kemarin banyak kejadian bencana, makanya banyak mengajukan terkait dengan pembangunan TPT (tembok penahan tanah). Jadi ini hal sangat penting, ketika kejadian bencana kadang masyarakat tidak siap, sementara di Bogor Tengah zona hitam ada di 11 kelurahan,” ucap Wahid.
Dengan demikian, kata Wahid, pembangunan TPT di lokasi zona hitam akan difokuskan pada tahun 2024 mendatang. Namun untuk sementara ini upaya yang dilakukan dengan memindahkan warga di wilayah tersebut ke tempat yang aman.
“Untuk masyarakat yang dimungkinkan untuk direlokasi akan direlokasi, cuman memang ada kendala kadang untuk direlokasi sulit, tapi kemarin upaya kami dengan mengontrakan terlebih dahulu selama 2 bulan. Ada juga sebagian warga sudah dipindahkan ke rumah susun,” katanya.
Wahid menyatakan pihaknya akan terus memonitor zona hitam di wilayahnya. Hal itu agar masyarakat di sana lebih siap ketika terjadi bencana.
“Iya mereka jadi garda terdepan ketika terjadinya bencana, karena kalau terus mengandalkan ASN jajaran wilayah keterbatasan, artinya ada sinergi antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tempat tinggal yang masuk zona hitam di wilayahnya ini mayoritas berada di kelurahan yang dilintasi sungai Ciliwung dan Cisadane.
“Bogor Tengah ini dikelilingi dua sungai Ciliwung dan Cisadane serta anak sungai. Yang mayoritas mengelilingi kelurahan yang ada di Bogor Tengah. Seperti Kebon Kelapa, Sempur, Paledang, Panaragan, Ciwaringin, Babakan Pasar. Jadi risiko bencananya sangat tinggi,” pungkasnya. (boy)
-
Berita Terbaru3 minggu ago
Gunung Geulis Country Club, Proyek Summarecon dan Bobocabin Disegel, Menko Pangan dan Menteri LH: Evaluasi Total Tata Ruang Hulu DAS
-
Berita Terbaru3 minggu ago
KLH Keluarkan Sanksi Paksaan Pemerintah, 8 Perusaahan di Puncak Wajib Bongkar Sendiri Bangunannya, dan 6 Perusahaan di Sentul Terancam Dipidana dan Gugatan Perdata.
-
Berita Terbaru4 minggu ago
Akses Tol BORR Via OCBD Resmi Dibuka
-
Berita Terbaru3 minggu ago
Polisi Gagalkan Modus Baru Peredaran Narkoba di Bogor