Featured
Terdampak Pasokan Air Bersih, Warga Pasir Jaya Datangi Ahli Waris Minta Tidak Merusak Pipa Perumda Tirta Pakuan

KOTA BOGOR – Warga Kampung Muara Lebak, RT 03/10 Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat mendatangi rumah ahli waris pemilik lahan, yang diatasnya melintas pipa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Warga pun memprotes kepada ahli waris agar tidak merusak kembali pipa milik Tirta Pakuan yang saat ini kondisinya mengalami kebocoran.
Selain itu, warga juga meminta kepada ahli waris untuk memperbolehkan pihak Tirta Pakuan untuk memperbaiki pipa tersebut, sebab dengan kebocoran itu warga terdampak dalam distribusi air bersih.
Para warga yang didominasi oleh kaum emak-emak ini terus meneriaki yel-yel yang diarahkan agar pipa yang bocor tersebut bisa segera diperbaiki.
Kondisi yang memanas ini, membuat aparat Kepolisian dan TNI berusaha mediasi, namun belum ada hasilnya. Diduga awal mulanya pengerusakan pipa ini, karena sengketa ahli waris pemilik lahan dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Salah satu warga, Rosma mengatakan, jangan sampai saluran air diputus, dan pipa yang dirusak sengaja itu juga jangan sampai airnya terbuang mubazir.
“Kami butuh air, pelayanan air terganggu, karena aliran jadi kecil. Saya harap aman dan damai ahli waris dan Tirta Pakuan, begitu saja,” ungkap Rosma pada Selasa (24/10/2023).
Ia berharap, semoga ada solusi yang terbaik bagi masyarakat, jangan sampai masyarakat jadi susah dan korban.
“Pelaku pengerusakan ditindak dengan aturan yang sesuai saja,” katanya.
Sementara itu warga lainnya, Meydiawati menuturkan, menurut warga yang sudah sepuh disini, pipa ledeng atau pipa Tirta Pakuan sudah ada dari sebelum tahun 1945. Semua warga butuh air, terlebih saat ini musim kemarau.
“Ini warga semua berbicara menyampaikan aspirasi. Harus dipikirkan kepentingan warga,” tuturnya
Sedangkan, Kuasa ahli waris Ratnaningsih, Adiman PS Badey menuturkan, pihaknya mendapat telepon dari ahli waris terkait aksi warga dan langsung ke lokasi.
“Dengan aksi seperti ini saya merasa lucu. Kemarin-kemarin saat pemotongan kenapa tidak teriak. Tapi di saat perjalanan pemotongan sudah 90 persen baru mereka teriak. Ada apa dibalik ini,” ucapnya kepada wartawan.
Ia mengungkapkan saat mediasi di Polresta Bogor Kota yang dipimpin Kasatreskrim, dihadiri oleh lurah, pak Kapolsek, Babinmas dan Babinsa.
“Nah, disitu sudah berbicara by data. Klien saya punya letter C, surat pembayaran pajak (PBB) 1976 sampai saat ini, semua lengkap,” ungkapnya.
Saat ditanya soal tuntutan warga, Adiman menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan bergeming.
“Akan dilanjutkan lagi, karena ahli waris sebagai pemilik lahan. Perbaikan pipa tidak boleh, kan masih berjalan. Klien saya bilang potong pipa ini agar geser, jalur mana bebas, yang penting tidak lewat tanah klien saya. Kalau dibayar, tinggal dibenerin silahkan. Sebenarnya simpel aja, kita ikut undang undang saja,” pungkasnya. (dit)
-
Berita Terbaru3 minggu ago
Gunung Geulis Country Club, Proyek Summarecon dan Bobocabin Disegel, Menko Pangan dan Menteri LH: Evaluasi Total Tata Ruang Hulu DAS
-
Berita Terbaru3 minggu ago
KLH Keluarkan Sanksi Paksaan Pemerintah, 8 Perusaahan di Puncak Wajib Bongkar Sendiri Bangunannya, dan 6 Perusahaan di Sentul Terancam Dipidana dan Gugatan Perdata.
-
Berita Terbaru3 minggu ago
Akses Tol BORR Via OCBD Resmi Dibuka
-
Berita Terbaru3 minggu ago
Polisi Gagalkan Modus Baru Peredaran Narkoba di Bogor