Berita Terbaru
Hari Kanker Sedunia, Pemkot Bogor Beri Dukungan Moril ke Penderita Kanker
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) memperingati Hari Kanker Sedunia dengan menggelar apel dan senam bersama di Balai Kota Bogor, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah warga penderita kanker di Kota Bogor sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa jumlah penderita kanker di Kota Bogor menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari pola hidup dan gaya hidup masyarakat yang belum sepenuhnya sehat.
Dedie menekankan bahwa langkah paling utama dalam menghadapi kanker adalah pencegahan. Salah satunya dengan membiasakan aktivitas fisik secara rutin, minimal 30 menit setiap hari.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih memperhatikan gaya hidup, termasuk kebiasaan begadang serta konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi mengandung zat berbahaya.
“Sering kali masyarakat tidak menyadari adanya kandungan berbahaya karena membeli makanan di tempat yang kurang terjamin keamanannya. Misalnya penggunaan pewarna atau bahan pengawet yang seharusnya tidak digunakan untuk makanan, namun tetap dipakai demi keuntungan,” ujar Dedie.
Untuk menekan risiko tersebut, Pemkot Bogor terus bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Bogor dalam melakukan pengawasan dan operasi pencegahan.
Dedie mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya masih ditemukan produsen mi di Kota Bogor yang menggunakan bahan berbahaya dalam proses produksinya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia, Pemkot Bogor juga menyambangi beberapa warga yang tengah berjuang melawan kanker. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan semangat dan motivasi bagi para penderita agar tetap kuat menjalani pengobatan hingga menjadi penyintas kanker.
“Dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan. Selain itu, faktor stres juga perlu dihindari. Menjaga pola hidup sehat, gaya hidup yang baik, serta melakukan deteksi dini menjadi hal penting,” jelasnya.
Ia menambahkan, mekanisme deteksi kanker sudah tersedia di fasilitas kesehatan milik Pemkot Bogor. Namun, untuk memastikan diagnosis kanker, pemeriksaan lanjutan seperti biopsi tetap diperlukan apabila ditemukan indikasi awal.
Dedie juga membeberkan bahwa alokasi anggaran kesehatan dalam APBD Kota Bogor mencapai hampir Rp600 miliar, sesuai dengan ketentuan mandatory spending sebesar 30 persen. Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, Pemkot Bogor berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat sehingga beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan.
“Kami berharap masyarakat menjaga kesehatan sejak dini agar anggaran besar di sektor kesehatan ini bisa dimanfaatkan secara lebih optimal,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru2 minggu agoOpen Soccer Festival 2026, Cara SSB Garuda Bogor Wadahi Pembinaan Talenta Usia Dini
-
Berita Terbaru3 minggu agoRakor KLH dan ADKASI Dorong Dukungan DPRD Kabupaten Atasi Krisis Sampah
-
Berita Terbaru2 minggu agoKLH Dukung Langkah Tegas Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra
-
Berita Terbaru3 minggu agoRatusan Penyapu Jalan Terima Bantuan Paket Sembako dari Zakat PT Adev Natural Indonesia
