Berita Terbaru
Tirta Pakuan Tangani Dua Titik Kebocoran Pipa Transmisi di Jaluur Tangkil-Caringin
BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan penanganan intensif terhadap kebocoran pipa transmisi berdiameter 400 milimeter yang terjadi di jalur Tangkil menuju Caringin, Senin (9/2/2026). Insiden tersebut sempat mengganggu distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.
Manager NRW (Non-Revenue Water) dan Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Nasrul Zahar, mengatakan bahwa perbaikan pada titik kebocoran pertama telah berhasil diselesaikan. Namun, proses pengembalian aliran air ke kondisi normal membutuhkan waktu tambahan karena karakteristik jalur pipa yang memiliki elevasi tidak rata.
“Perbaikan kebocoran sudah selesai. Tapi setelah itu kami harus melakukan normalisasi aliran. Karena jalur pipanya naik-turun, prosesnya memang tidak bisa langsung normal,” kata Nasrul, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, Nasrul menyebut pengalaman penanganan kasus serupa sebelumnya sangat membantu mempercepat proses normalisasi, sehingga distribusi air dapat kembali dilakukan pada malam hari.
“Berkat pengalaman sebelumnya, normalisasi bisa dilakukan lebih cepat. Air yang sempat dihentikan sudah kembali kami alirkan,” ujarnya.
Namun, saat petugas bersiap menyalurkan air ke jalur Ciawi, Tajur, dan Dekeng, kembali ditemukan kebocoran baru pada pipa dengan diameter yang sama. Kebocoran kedua tersebut terjadi pada pipa jenis PPC di sekitar kawasan Rancamaya.
“Ketika hendak membuka aliran ke Ciawi, Tajur, dan Dekeng, ternyata ada kebocoran lain di pipa PPC dengan diameter 400 milimeter, tapi di lokasi berbeda,” jelas Nasrul.
Untuk menekan dampak gangguan terhadap pelanggan, Perumda Tirta Pakuan langsung melakukan rekayasa aliran dengan mengalihkan distribusi air dari Reservoir Rancamaya ke sejumlah wilayah terdampak.
“Aliran yang semula dari Tangkil ke Ciawi kami alihkan dari Reservoir Rancamaya. Sedangkan aliran dari Tangkil kami arahkan ke Dekeng, agar tidak melewati titik kebocoran,” terangnya.
Menurut Nasrul, langkah tersebut dilakukan agar layanan air bersih tetap dapat dinikmati pelanggan meski dalam kondisi perbaikan jaringan.
“Dengan rekayasa aliran ini, kami berharap gangguan bisa diminimalkan. Setelah perbaikan kebocoran kedua rampung, normalisasi akan dilakukan lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan, pekerjaan perbaikan selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Saat ini, distribusi air kembali dibuka secara bertahap sambil dilakukan proses normalisasi lanjutan.
“Aliran air sudah mulai kami buka secara bertahap. Petugas masih terus melakukan normalisasi agar pemulihan jaringan ke rumah pelanggan bisa lebih cepat. Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran pelanggan,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoOpen Soccer Festival 2026, Cara SSB Garuda Bogor Wadahi Pembinaan Talenta Usia Dini
-
Berita Terbaru4 minggu agoRakor KLH dan ADKASI Dorong Dukungan DPRD Kabupaten Atasi Krisis Sampah
-
Berita Terbaru3 minggu agoKLH Dukung Langkah Tegas Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra
-
Berita Terbaru4 minggu agoRatusan Penyapu Jalan Terima Bantuan Paket Sembako dari Zakat PT Adev Natural Indonesia
