Berita Terbaru
Lahan 5.000 Meter di Kayumanis Disiapkan Pemkot Bogor untuk Fasilitas Olahraga, Ada Mini Soccer dan Jogging Track
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun taman, lapangan mini soccer, dan jogging track di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.
Rencana ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan fasilitas publik sekaligus menunjang aktivitas masyarakat untuk berolahraga di wilayah Tanah Sareal.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat ini telah meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) untuk segera menyiapkan desain pembangunan fasilitas tersebut.
Ia menyebutkan, terdapat potensi lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi yang berada di dekat lokasi SMAN 11.
“Kita melihat ada potensi lahan di dekat lokasi yang bersebelahan dengan SMAN 11. Saya tadi meminta kepada Disperumkim untuk menyiapkan desain mini soccer, taman, dan jogging track. Kalau memungkinkan, luas lahannya kurang lebih 5.000 meter,” ujar Dedie Rachim, Senin (13/4/2026).
Selain itu, lanjut Dedie, Pemkot Bogor juga tengah mempertimbangkan pemanfaatan lahan di kawasan Kayumanis untuk pembangunan gudang Bulog. Hal ini menyusul komunikasi sebelumnya dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait kebutuhan gudang distribusi untuk wilayah Kota Bogor.
“Tempo hari kita bicara dengan Kemenko Pangan, ada permintaan dari pemerintah pusat untuk menyiapkan gudang Bulog untuk distribusi Kota Bogor. Ini akan kita ajukan, lahannya ada di Kayumanis, di belakang PUPR,” jelasnya.
Dedie juga menekankan pentingnya penataan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menyusun rencana lalu lintas yang lebih representatif, termasuk perbaikan drainase dan pembangunan pedestrian.
Menurutnya, sejumlah persoalan seperti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan sampah yang masih belum tertata harus segera dibenahi, terlebih kawasan tersebut berada dekat dengan fasilitas penting seperti PSEL, IPAL, dan SMAN 11, serta akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga.
“Saya minta kepada PUPR dan Dishub untuk menyiapkan rencana lalu lintas yang lebih representatif, termasuk drainase dan pedestrian. Selama ini masih banyak PKL dan sampah, ke depan tidak boleh lagi,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan pihak kecamatan untuk mulai menata keberadaan PKL dan lapak agar lebih tertib. Jika diperlukan, lokasi tersebut akan dikosongkan sementara selama proses pembangunan berlangsung.
“Saya minta ke pak camat, ayo mulai PKL dan lapak ini diatur di tempat yang representatif atau sementara dikosongkan untuk pembangunan. Kalau memungkinkan, nanti bisa ditampung di kantin sekolah,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoDari 60 Rest Area, Hanya 2 yang Lolos Standar Pengelolaan Sampah KLH
-
Berita Terbaru1 minggu agoRamai Isu Penolakan, RS Vania Tegaskan Tidak Pernah Tolak Ambulans PWI
-
Berita Terbaru4 minggu agoKunjungi Terminal Kertonegoro, Hanif Faisol Minta Seluruh Terminal Lengkapi Persetujuan Lingkungan
-
Berita Terbaru4 minggu agoKunjungi Terminal Kampung Rambutan, Hanif Faisol Minta Pengelolaan Sampah Modern Rampung 3 Bulan
