Berita Terbaru
Lingkung Gunung Adventure Camp Perkenalkan Sanggar Alam, Gabungkan Wisata Alam dan Pelestarian Budaya
BOGOR – Lingkung Gunung Adventure Camp resmi meluncurkan program Sanggar Alam, sebuah program edukasi berbasis budaya dan alam yang ditujukan bagi seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga peserta dari kalangan korporasi.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan kegiatan Open House Sanggar Alam yang diawali dengan berbagai aktivitas untuk anak-anak (kids activity).
General Manager Lingkung Gunung Adventure Camp, Zaidan Dzaki, mengatakan Sanggar Alam merupakan bagian dari proses rebranding yang dilakukan Lingkung Gunung dengan mengangkat nilai-nilai budaya sebagai daya tarik sekaligus nilai tambah destinasi wisata.
“Melalui Sanggar Alam kami ingin mengangkat kembali kebudayaan, tetapi dengan cara yang menarik sehingga budaya bisa menjadi daya tarik sekaligus memiliki nilai jual. Harapan kami, masyarakat datang tidak hanya untuk berlibur, tetapi juga belajar dan ikut melestarikan budaya,” ujar Zaidan saat ditemui di Lingkung Gunung Adventure Camp, Minggu (12/7/2026).
Pada kegiatan perdana itu, kata Zaidan peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas yang memperkenalkan budaya Jawa Barat, seperti bermain angklung, membuat wayang singkong, hingga menangkap ikan.
Menurutnya, pengenalan budaya perlu dimulai sejak usia dini agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Kami memulai dari kids activity karena pelestarian budaya harus dilakukan sejak anak-anak. Mereka dikenalkan dengan permainan, kesenian, dan aktivitas tradisional yang menyenangkan sehingga budaya menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka,” katanya.
Ia mengatakan, Sanggar Alam tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Ke depan, program ini juga akan dikembangkan untuk sekolah, komunitas, hingga perusahaan dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Untuk anak usia 5 hingga 12 tahun, kegiatan difokuskan pada pengembangan kemampuan motorik dan sensorik melalui permainan berbasis budaya. Sementara peserta usia remaja akan mendapatkan materi yang lebih menitikberatkan pada pengetahuan, sejarah, dan wawasan budaya. Adapun paket untuk korporasi dirancang untuk membangun kepemimpinan serta kerja sama tim dengan pendekatan budaya dan alam.
“Setiap paket kami susun sesuai kebutuhan pesertanya. Anak-anak lebih banyak bermain sambil belajar, remaja mendapatkan edukasi yang lebih mendalam, sedangkan untuk corporate lebih banyak kegiatan leadership dan team building,” jelasnya.
Open House Sanggar Alam tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan masyarakat umum. Sebagian peserta datang secara individu maupun bersama keluarga sehingga kegiatan menjadi ruang untuk saling berinteraksi sekaligus belajar budaya bersama.
Saat ini, lanjut Zaidan, Lingkung Gunung menawarkan paket promo Sanggar Alam seharga Rp60.000 per anak. Biaya tersebut sudah mencakup berbagai aktivitas budaya, makan, serta kesempatan menikmati fasilitas yang tersedia di Lingkung Gunung Adventure Camp.
Zaidan menyebut peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga merchandise sebagai kenang-kenangan.
“Yang paling utama tentu pengalaman yang berbeda. Kami ingin memberikan pengalaman belajar budaya yang menyenangkan dan tidak ditemukan di tempat lain,” katanya.
Ia mengklaim Sanggar Alam menjadi program yang unik karena menggabungkan edukasi budaya dan alam secara inklusif untuk semua usia.
“Kami menghadirkan kegiatan berbasis budaya yang bisa diikuti semua kalangan. Didukung lokasi di kawasan Gunung Gede Pangrango, suasana alamnya sangat mendukung untuk kegiatan edukasi maupun pelestarian budaya,” ungkapnya.
Ke depan, Lingkung Gunung juga akan menambah berbagai aktivitas seperti permainan egrang, menanam pohon, tari tradisional, hingga kegiatan mindful camping dan mindful trekking yang mengajak peserta lebih dekat dengan alam sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan.
Selain itu, Sanggar Alam diharapkan menjadi alternatif kegiatan yang mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget
“Kami ingin mengurangi intensitas anak bermain gadget dengan mengalihkan perhatian mereka ke alam, kesenian, dan kebudayaan yang dikemas dalam aktivitas yang seru dan edukatif,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat melakukan reservasi melalui akun media sosial Lingkung Gunung Adventure Camp, Sanggar Alam, maupun Suaka Cafe, atau datang langsung ke lokasi.
“Untuk pemesanan rombongan disarankan dilakukan paling lambat dua bulan sebelum pelaksanaan agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan lainnya. Minimal peserta untuk pemesanan grup sebanyak 20 orang, sedangkan kegiatan publik dapat diikuti secara individu sesuai jadwal yang telah ditentukan,” pungkasnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoAklamasi, Arwinsyah Putra Nahkodai Kadin Kota Bogor
-
Berita Terbaru2 minggu agoGebyar PKBM Kota Bogor, 3.423 Lulusan Paket A, B, dan C Terima Ijazah
-
Berita Terbaru3 minggu agoDisdik Kota Bogor Pastikan SPMB SD 2026 Transparan, Bangku Sekolah Lebih Merata
-
Berita Terbaru2 minggu agoPAN Kota Bogor Gelar Muscab DPC, Dedie A. Rachim Pasang Target 10 Kursi DPRD
