Berita Terbaru
Muscab X Gapensi Kota Bogor, Kontraktor Lokal Didorong Tingkatkan Kualitas Infrastruktur
BOGOR – Pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan membutuhkan dukungan pelaku usaha konstruksi yang profesional, berintegritas, serta mampu memenuhi standar pekerjaan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Cabang (Muscab) X BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Bogor di IPB International Convention Center (ICC), Kamis (15/10/2026).
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Badan Usaha Konstruksi dan Pemerintah Kota Bogor dalam Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan”, Muscab ini menjadi forum untuk memperkuat hubungan antara pengusaha konstruksi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Gapensi memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, para pelaku usaha juga perlu memahami kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tantangan fiskal.
Menurut Dedie, pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan dengan mengedepankan perencanaan yang matang, kepatuhan terhadap regulasi, dan tanggung jawab dalam penggunaan anggaran.
“Pemerintah Daerah Kota Bogor tentu harus bisa memastikan bahwa proses pembangunan infrastruktur tetap bisa dilaksanakan. Namun, dengan kondisi seperti ini, para pengusaha juga harus bisa memahami,” ujar Dedie.
Ia secara khusus mengingatkan kontraktor yang terlibat dalam proyek pemerintah agar tidak mengabaikan aturan dalam setiap tahapan pekerjaan, terutama proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalaupun melaksanakan kegiatan bersumber dari APBD, harus tetap mengacu kepada aturan dan ketentuan. Jangan sampai hal-hal yang kemudian hari membuka peluang masuknya unsur-unsur pidana. Itu harus kita hindari dari sekarang,” tegasnya.
Dedie menilai, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Kualitas dan manfaat infrastruktur juga harus menjadi perhatian utama agar hasil pembangunan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang paling penting, kualitas harus bisa dipertanggungjawabkan dan hasil mutu harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ketua Gapensi Jawa Barat, H. Asep Slamet, turut mengingatkan anggota Gapensi Kota Bogor agar konsisten menerapkan kode etik organisasi, Basa Brata, dalam menjalankan usaha jasa konstruksi.
Menurut Asep, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus dibangun di atas prinsip profesionalisme dan integritas. Dengan demikian, hubungan kemitraan dapat menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan yang berkualitas.
“Kami dari Gapensi Jawa Barat mengimbau rekan-rekan di Kota Bogor agar berpegang teguh pada kode etik Gapensi Basa Brata. Kita harus membangun kemitraan dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk menciptakan iklim usaha yang profesional dan hasil pembangunan yang berintegritas,” ungkap Asep.
Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan praktik penyuapan dan tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Untuk itu, Gapensi Jawa Barat terus memberikan pembinaan melalui sosialisasi serta mendorong peningkatan kompetensi para anggotanya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pengusaha mengikuti uji kompetensi dan program Pengembangan Usaha Berkelanjutan (PUB). Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan profesionalisme perusahaan sehingga mampu berkembang ke tingkat kualifikasi usaha yang lebih tinggi.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, para pelaku usaha konstruksi diharapkan semakin siap menghadapi persaingan sekaligus memenuhi tuntutan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua BPC Gapensi Kota Bogor, H. Irwan M. Nur, berharap Muscab X mampu menghasilkan kepengurusan yang solid dan memperkuat hubungan kerja sama dengan Pemkot Bogor.
Ia menegaskan, forum lima tahunan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda pergantian pengurus, tetapi juga kesempatan mengevaluasi kinerja organisasi dan menentukan arah pengembangan Gapensi ke depan.
Irwan mengatakan, kontraktor lokal perlu terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi karakteristik wilayah Kota Bogor yang memiliki tantangan geografis dan lingkungan tersendiri.
Curah hujan yang tinggi, kondisi kontur tanah, serta dinamika sosial masyarakat menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pembangunan. Karena itu, perencanaan teknis dan pengelolaan risiko perlu menjadi bagian penting dalam setiap pekerjaan konstruksi.
“Membangun infrastruktur di Kota Bogor memiliki tantangan tersendiri. Kami menuntut para pelaku jasa konstruksi lokal untuk mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, dan ketepatan mutu,” kata Irwan.
Ia juga mendorong penguatan sinergi antara Gapensi, Pemkot Bogor, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi pengusaha dan tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
Irwan menegaskan, Gapensi Kota Bogor siap mendukung kebijakan pemerintah daerah, termasuk dalam mewujudkan tata ruang kota yang modern dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan identitas budaya.
“Gapensi Kota Bogor berkomitmen mendukung arah kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan tata ruang kota yang modern dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan identitas budaya,” jelasnya.
Melalui Muscab X, Gapensi Kota Bogor diharapkan semakin kuat dalam menjalankan fungsi organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota, dan membangun kemitraan yang produktif dengan pemerintah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor terlaksana secara tertib, berkualitas, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat. (Riza)
-
Berita Terbaru2 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru2 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru3 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoBenarkah Banyak Makan Telur Bikin Bisul? Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB
