Bisnis
Ormas LMPI dan Gibas Pertanyakan Track Record Pemenang Proyek Jembatan Otista Kota Bogor
Kota Bogor – Meski Pemerintah Kota Bogor memberikan garansi terhadap PT Mina Fajar Abadi (MFA) sebagai pemenang proyek pembangunan Jembatan Otista akan berjalan lancar namun sebagian tokoh masyarakat Kota Bogor masih belum yakin, pasalnya PT MFA pernah masuk dalam daftar hitam atau blacklist ketika mengerjakan beberapa proyek diluar Kota Bogor.
Tokoh Masyarakat Bogor Selatan Haji Nasir masih memberikan catatan merah untuk PT MFA, pasalnya selain tertutup dan tidak transparan dalam proses lelang juga belum ada track record positif yang diketahui proyek besar apa yang ditangani PT MFA di Kota Bogor.
“Coba berikan contoh kepada saya proyek apa yang pernah ditangani PT MFA yang memakan biaya puluhan milyar di Kota Bogor, “ungkap Haji Nasir yang juga sebagai Pengurus Ormas Laskar Merah Putih Indonesia ini kepada wartawan bogorhdnews, Kamis (04/05/2023).
Sementara Ketua Gibas Kota Bogor Umar Jagad menyatakan, proyek Jembatan Otista yang akan dikerjakan selama 8 (delapan) bulan kedepan ini harus memperhatikan dampak sosial.
Menurut umar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh PT MFA dan juga Pemerintah Kota Bogor. Selain income pedagang yang ada disekitar akan berkurang, pendapatan angkotpun akan terdampak.
“PT MFA dan juga Pemkot Bogor harus bertanggung jawab terkait penghasilan para pedagang dan angkot yang terdampak proyek jembatan otista,” tegas Umar Jagad.
Seperti diketahui proyek jembatan otista berdasarkan data LPSE Kota Bogor, PT MFA adalah sebagai perusahaan asal Aceh yang memenangkan paket tender jembatan Otista dengan harga penawaran Rp49 miliar dari nilai pagu paket Rp52,6 miliar. (boy)
-
Berita Terbaru4 minggu agoAklamasi, Arwinsyah Putra Nahkodai Kadin Kota Bogor
-
Berita Terbaru3 minggu agoDisdik Kota Bogor Pastikan SPMB SD 2026 Transparan, Bangku Sekolah Lebih Merata
-
Berita Terbaru3 minggu agoGebyar PKBM Kota Bogor, 3.423 Lulusan Paket A, B, dan C Terima Ijazah
-
Berita Terbaru3 minggu agoPAN Kota Bogor Gelar Muscab DPC, Dedie A. Rachim Pasang Target 10 Kursi DPRD
