Berita Terbaru
Tim WTE Danantara Nilai Kota Bogor Terdepan dalam Kesiapan Proyek Pengolahan Sampah jadi Energi
BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan kerja dari Tim Waste to Energy (WTE) Danantara di Balai Kota Bogor, Kamis (18/12/2025).
Pertemuan ini membahas kesiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Dalam pertemuan tersebut, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Kota Bogor paling siap dari sisi kepemilikan dan ketersediaan lahan. Setidaknya terdapat dua lokasi yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Keduanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas, sehingga kesiapannya dinilai cukup maju.
Dedie Rachim menambahkan bahwa dukungan lain pada kedua lokasi tersebut juga telah tersedia, seperti sumber air dan jaringan PLN yang relatif lebih dekat. Selain itu, Kota Bogor juga memiliki keunggulan berupa feasibility study serta berbagai persiapan pendukung lainnya.
Salah satu lokasinya, sebut saja di Kayu Manis, Dedie Rachim menjelaskan, itu sangat strategis berpotensi menjadi etalase WTE terbaik di Indonesia apabila proyek tersebut terealisasi. Selain akses yang mudah, dari sisi analisis dampak lalu lintas dinilai lebih terkendali, serta persiapan lahan yang relatif lengkap.
“Alhamdulillah, teman-teman dari Danantara untuk proyek WTE wilayah Bogor Raya sudah hadir di Balai Kota Bogor untuk memastikan kesiapan Kota Bogor dalam melaksanakan proyek WTE yang diinisiasi melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025,” ujar Dedie Rachim.
Ke depan, sambungnya, teknologi serta dukungan finansial yang dipersiapkan Danantara bersama Kementerian Lingkungan Hidup (LH) tentu akan mempercepat target Presiden menjadikan Indonesia bebas sampah pada tahun 2029.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa yang dibutuhkan hanyalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah menggunakan teknologi baru yang berbeda dengan pengelolaan sampah sebelumnya.
Di lokasi yang sama, Perwakilan Tim Waste to Energy (WTE) Danantara, Fadli Rahman, menilai, bila dibandingkan daerah lainnya, minat terbesar dan kesiapan paling menonjol datang dari Kota Bogor.
“Terkait penanganan sampah, kami siap mendukung Bogor dalam memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya Kota Bogor,” kata Fadli Rahman yang hadir didampingi Project Director Maulana Muhammad, Head of Project Management Galih Nur Hidayat, dan Head of Stakeholders Management Aryo Prakoso.
Atas kerja keras dan keterbukaan persiapan yang disampaikan, Fadli menyampaikan apresiasi. Namun, ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu tahapan penjadwalan hingga 12 Januari 2026.
Pemenang proyek tersebut diperkirakan akan diumumkan pada akhir Januari 2026 setelah melalui proses evaluasi.
Turut mendampingi Dedie Rachim, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bogor, Hanafi; Kepala Inspektorat Kota Bogor, Irwan Riyanto; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Denny Wismanto; Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, serta perwakilan Dinas PUPR, Dinas Perumkim, dan perangkat daerah lainnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoOpen Soccer Festival 2026, Cara SSB Garuda Bogor Wadahi Pembinaan Talenta Usia Dini
-
Berita Terbaru3 minggu agoRakor KLH dan ADKASI Dorong Dukungan DPRD Kabupaten Atasi Krisis Sampah
-
Berita Terbaru2 minggu agoKLH Dukung Langkah Tegas Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra
-
Berita Terbaru3 minggu agoRatusan Penyapu Jalan Terima Bantuan Paket Sembako dari Zakat PT Adev Natural Indonesia
