Berita Terbaru
Penertiban Alun-alun Kota Bogor, Pemkot Temukan Miras dan Jaringan Listrik Ilegal
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Alun-alun Kota Bogor pada Kamis (9/4/2026) tengah malam.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.
Dalam sidak tersebut, rombongan menyusuri area pedestrian dan menemukan sejumlah kerusakan pada jalur hijau yang diduga disebabkan oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL).
Kondisi trotoar terlihat kotor, licin, serta menimbulkan bau tidak sedap akibat sampah yang dibuang sembarangan. Selain itu, ditemukan pula aktivitas mencuci peralatan makan dan sisa dagangan di atas fasilitas umum tersebut.
Tak hanya soal kebersihan, petugas juga mendapati adanya kabel listrik yang menjuntai dan digunakan untuk memasok daya ke puluhan lapak PKL. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sumber listrik tersebut bersifat ilegal dan tersembunyi di balik lapak pedagang makanan di sekitar lokasi.
Sementara itu, dalam penelusuran lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga menemukan sejumlah botol minuman keras yang disimpan di atas trotoar. Penjualnya diduga menyamar sebagai PKL. Barang bukti berupa puluhan botol minuman keras tersebut langsung diamankan untuk kemudian dimusnahkan.
Dedie Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor sejak lama memberikan perhatian terhadap kawasan Alun-alun Kota Bogor. Namun, imbauan yang disampaikan tidak diindahkan oleh PKL, sehingga diperlukan langkah tegas.
“Kita kembali memberikan penekanan untuk memastikan kehadiran pemerintah dalam penertiban, sesuai arahan Presiden bahwa seluruh wilayah harus melaksanakan program Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI),” tegasnya.
Untuk aliran listrik ilegal yang digunakan oleh para PKL, langsung dilakukan penertiban bersama PLN. Petugas PLN dengan cepat datang ke lokasi dan memutus aliran listrik ilegal yang dipasang oleh para PKL.
“Kami mengundang PLN untuk memutus aliran listrik ilegal yang digunakan untuk kegiatan ilegal. Ini menjadi perhatian kami untuk menyelesaikan permasalahan yang menyangkut ketertiban di Kota Bogor,” ujarnya.
Lapak-lapak yang berdiri di atas trotoar dan menghalangi pejalan kaki serta arus lalu lintas turut dibongkar. Material seperti kayu dan peti yang digunakan PKL untuk menutupi pedestrian juga diangkut, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. (Riza)
-
Berita Populer4 minggu agoDanantara Tunjuk Zhejiang Weiming Bangun PSEL Bogor Raya
-
Berita Terbaru4 minggu agoDari 60 Rest Area, Hanya 2 yang Lolos Standar Pengelolaan Sampah KLH
-
Berita Terbaru4 minggu agoDisperumkim Bakal Tambah Park Ranger di Laun-alun saat Malam Takbiran
-
Berita Terbaru4 minggu agoKunjungi Terminal Kertonegoro, Hanif Faisol Minta Seluruh Terminal Lengkapi Persetujuan Lingkungan
