Berita Terbaru
Tekan Angka Putus Sekolah, 544 Warga Bogor Daftar PKBM Gratis di Bogor Timur
BOGOR – Kecamatan Bogor Timur menggelar Gebyar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kantor Kecamatan Bogor Timur, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tujuh PKBM di wilayah Bogor Timur membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap tingginya angka anak putus sekolah di Kota Bogor.
Menurutnya, persoalan tersebut sebelumnya ditemukan saat kunjungan ibu Wali Kota Bogor ke salah satu posyandu di wilayah Bogor Timur. Temuan itu juga selaras dengan program prioritas Pemkot Bogor melalui visi Bogor Cerdas, Sehat, Lancar.
“Dalam rapat pimpinan bersama Pak Wali Kota dua minggu lalu, kami membahas kado apa yang bisa diberikan kepada warga di Hari Jadi Bogor ini. Salah satunya karena angka putus sekolah di Kota Bogor masih cukup tinggi, mencapai sekitar 10 ribu anak dan masih dalam proses verifikasi,” ujar Jenal didampingi Camat Bogor Timur, Uay Setiawan.
Ia menjelaskan, melalui Gebyar PKBM ini, Pemkot Bogor berupaya menghadirkan solusi pendidikan bagi warga yang putus sekolah. Sebanyak 544 peserta didik ditargetkan diterima dan didaftarkan ke PKBM pada momentum HJB ke-544.
“Sebanyak tujuh PKBM di Kecamatan Bogor Timur bersedia berkolaborasi dengan Pemkot Bogor. Hari ini ada 544 murid yang diterima dan ditampung untuk mendaftar ke PKBM,” katanya.
Jenal memastikan, seluruh peserta didik usia produktif yang masih berada di bawah usia 24 tahun dapat mengikuti pendidikan di PKBM secara gratis hingga memperoleh ijazah.
“Kami pastikan selama usia produktif dan masih dalam usia sekolah, pendidikan di PKBM gratis sampai mendapatkan ijazah,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran PKBM yang dinilai aktif mendukung program pendidikan di Kota Bogor. Ke depan, Jenal berharap seluruh PKBM di Kota Bogor dapat ikut terlibat dalam program serupa, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta.
Selain sektor pendidikan, Jenal turut menyinggung program penanganan stunting yang berjalan di Bogor Timur. Ia menyebut, bantuan dari Junior Chamber Indonesia dan China Chamber Indonesia berhasil membantu penanganan 517 anak stunting di wilayah tersebut.
“Kami selalu menyampaikan bahwa membangun kota tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder agar Bogor menjadi kota yang lebih maju dan lebih baik,” tutupnya. (Riza)
-
Berita Terbaru4 minggu agoAbdul Mu’ti dan Pratikno Tinjau Hasil Revitalisasi SDN Cimahpar 5 Kota Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoKelurahan Sindangrasa Gencar Sosialisasi Proyek R3
-
Berita Terbaru3 minggu agoAklamasi, Arwinsyah Putra Nahkodai Kadin Kota Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoFasilitas Kini Lebih Layak, Nasaruddin Umar dan Pratikno Puji Hasil Revitalisasi MTsN Kota Bogor
