Berita Terbaru
Perumda Tirta Pakuan Usulkan Penambahan PMP 2027 Demi Percepat Proyek Strategis Air Bersih Kota Bogor
BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengungkapkan kebutuhan penambahan infrastruktur menjadi kunci untuk mengatasi persoalan keterbatasan pasokan air bersih di wilayah selatan Kota Bogor. Tanpa dukungan investasi yang memadai, perusahaan menilai potensi defisit distribusi air akan semakin besar dalam waktu dekat.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira, menjelaskan sekitar 90 persen sumber air baku Kota Bogor saat ini masih berasal dari kawasan selatan, terutama Kecamatan Cijeruk dan Tangkil. Pasokan tersebut mengandalkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rancamaya berkapasitas 30 liter per detik (lps) serta Mata Air Tangkil sebesar 110 lps, sehingga total suplai untuk Zona 1 mencapai 140 lps.
Menurut Rino, kapasitas tersebut sebenarnya hanya cukup melayani sekitar 14 ribu pelanggan. Sementara jumlah pelanggan aktif di Zona 1 saat ini telah meningkat menjadi sekitar 17 ribu hingga 18 ribu sambungan.
“Kita mengalami kekurangan pasokan sekitar 30 liter per detik di Zona 1. Selama tiga tahun terakhir, defisit ini kami tutupi dengan menyewa WTP milik Unitec,” ujar Rino, Jumat (10/7/2026).
Ia mengatakan solusi tersebut hanya bersifat sementara. Pasalnya, masa sewa instalasi pengolahan air milik Unitec akan berakhir pada September 2026 karena aset tersebut akan dijual oleh pemiliknya.
“Kalau penggantinya belum tersedia saat masa sewa berakhir, tentu akan menjadi tantangan serius terhadap kontinuitas pelayanan air bersih di Zona 1,” katanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perumda Tirta Pakuan sebenarnya telah menyiapkan rencana pembangunan tambahan kapasitas produksi sebesar 200 lps di wilayah selatan sejak tiga tahun lalu. Namun proyek tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan penyertaan modal.
Rino menjelaskan kebutuhan investasi yang diperlukan mencapai Rp134 miliar, sedangkan melalui skema Rancangan Peraturan Daerah Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), dana yang baru tersedia sekitar Rp15 miliar.
“Kami sangat berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota dan DPRD Kota Bogor agar penyertaan modal dapat ditingkatkan. Infrastruktur air bersih membutuhkan investasi yang besar agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya.
Selain memperkuat pasokan di wilayah selatan, Perumda Tirta Pakuan juga akan memfokuskan pengembangan jaringan pada semester kedua 2026 ke Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki prospek pertumbuhan pelanggan yang tinggi seiring berkembangnya kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi.
Menurut Rino, perkembangan kawasan Bogor Barat diperkirakan semakin pesat dengan hadirnya pengembangan Terminal Bubulak serta meningkatnya akses menuju kawasan Kampus IPB Dramaga.
Saat ini Perumda Tirta Pakuan telah mengantongi izin pemanfaatan air hingga 240 lps. Namun karena keterbatasan infrastruktur produksi dan distribusi, kapasitas yang baru dapat dimanfaatkan secara optimal masih sekitar 30 lps.
“Kami berharap kunjungan Komisi III DPRD ke IPA ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi. Harapan kami, penyertaan modal pada tahun anggaran 2027 bisa ditingkatkan sehingga berbagai proyek strategis penyediaan air bersih dapat segera direalisasikan,” tutupnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoAklamasi, Arwinsyah Putra Nahkodai Kadin Kota Bogor
-
Berita Terbaru2 minggu agoGebyar PKBM Kota Bogor, 3.423 Lulusan Paket A, B, dan C Terima Ijazah
-
Berita Terbaru2 minggu agoDisdik Kota Bogor Pastikan SPMB SD 2026 Transparan, Bangku Sekolah Lebih Merata
-
Berita Terbaru3 minggu agoRenovasi MTs Negeri Kota Bogor Capai 95 Persen, AHY Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
