Berita Terbaru
Disdik Kota Bogor Perkuat Pengelolaan Data SMP Lewat Program NAKULA
BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mendorong perubahan pola perencanaan pendidikan agar lebih mengacu pada kondisi nyata di lapangan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem pangkalan data terpadu bernama NAKULA.
Sistem tersebut mulai dikenalkan kepada para kepala SMP Negeri se-Kota Bogor dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) NAKULA di SMPN 8 Kota Bogor, Kamis (8/10/2026).
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Bogor, Ahmad Furqon, mengatakan NAKULA disiapkan untuk menyediakan data yang dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan program sekolah.
Selama ini, penyusunan program pendidikan dinilai masih berpotensi didasarkan pada rencana atau asumsi kebutuhan sekolah. Melalui NAKULA, Disdik ingin memastikan setiap program memiliki dasar data yang jelas.
“Betul enggak data menunjukkan bahwa sekolah butuh itu? Belum tentu. Sekarang harus berbasis data,” kata Furqon.
Ia menjelaskan, NAKULA akan mengumpulkan berbagai data terkait penyelenggaraan pendidikan SMP. Informasi tersebut mencakup bidang kurikulum, kesiswaan hingga pembinaan profesi.
Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk melihat kondisi masing-masing sekolah secara lebih menyeluruh. Salah satu sumber informasi yang dapat menjadi rujukan adalah rapor pendidikan.
“Jadi berdasarkan data ini nanti penentuan programnya, jadi tepat sasaran,” ujarnya.
Selain menjadi pangkalan data, NAKULA juga akan dilengkapi dashboard eksekutif. Fasilitas tersebut memungkinkan pimpinan melihat data sekaligus melakukan analisis terhadap berbagai kondisi pendidikan.
“NAKULA ini sebuah pangkalan data terpadu yang ada di bidang SMP. Nanti ada dashboard eksekutif untuk kepentingan pimpinan, ada analisanya, ada untuk pencegahan perundungan,” jelas Furqon.
Menurutnya, sistem tersebut juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan sekolah secara lebih cepat, termasuk persoalan yang berkaitan dengan kualitas pembelajaran, komunitas belajar maupun kesejahteraan peserta didik.
Pengembangan NAKULA saat ini masih memasuki tahap akselerasi. Untuk tahap awal, sistem diperkenalkan kepada seluruh kepala SMP Negeri di Kota Bogor sebelum nantinya diterapkan lebih luas.
Disdik menargetkan NAKULA mulai diluncurkan pada November 2026. Setelah diluncurkan, proses pengumpulan dan pemanfaatan data secara resmi akan mulai dilakukan.
Furqon menyebut pengembangan NAKULA merupakan bagian dari aksi perubahan yang disusunnya ketika mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Pemanfaatan sistem tersebut juga telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor.
“Ini bagian dari aksi perubahan saya untuk memperbaiki mutu Dinas Pendidikan. Memang ini kebutuhan organisasi. Kita enggak punya data terpadu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala SMPN 10 Kota Bogor, Darmaswara, mengatakan kehadiran NAKULA dapat membuat kondisi sekolah lebih mudah disampaikan kepada Disdik.
Menurutnya, sekolah nantinya dapat menyampaikan informasi mengenai perkembangan, prestasi hingga berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian.
“Alhamdulillah ada NAKULA ini, kita bisa memberikan informasi baik itu perkembangan sekolah, masalah-masalah yang terjadi di sekolah, prestasi yang ada di sekolah, kita bisa sampaikan. Jadi kita tidak mengambil keputusan sendiri,” kata Darmaswara.
Ia mengatakan, sebelumnya terdapat persoalan di sekolah yang terkadang diselesaikan secara internal sehingga tidak diketahui oleh Disdik. Kondisi tersebut membuat informasi antara sekolah dan dinas belum sepenuhnya terhubung.
“Kadang-kadang kita mengeksekusinya sendiri di pihak sekolah, tidak sampai ke dinas. Jadi pada saat dinas ditanya terkait masalah tersebut, dinas tidak tahu,” ujarnya.
Karena itu, Darmaswara berharap NAKULA dapat menjadi penghubung antara sekolah dengan Disdik. Informasi yang masuk ke dalam sistem diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi setiap sekolah.
“Tapi dengan adanya NAKULA ini, dinas mau ditanya apa pun, connect. Langsung terintegrasi,” katanya.
Dengan integrasi tersebut, ia berharap komunikasi antara sekolah dan Disdik semakin kuat serta berbagai program pendidikan dapat disusun berdasarkan kebutuhan yang benar-benar terjadi di lapangan. (Riza)
-
Berita Terbaru2 minggu agoRencana Underpass Kebon Pedes Bogor Berubah Jadi Flyover, Ini Alasannya
-
Berita Terbaru2 minggu agoHanif Faisol Minta Kepala Daerah Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Berita Terbaru2 minggu agoAnanda Tohpati Gelorakan Semangat Kebangsaan Bersama Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor
-
Berita Terbaru4 minggu agoKajian Agama Dikemas dalam Retret di Alam, Peserta Membludak hingga Waiting List
