Berita Arsip
STS Desak KPK Ambil Alih Kasus Angkahong
Kota Bogor – Pasca dibacakannya Keputusan Majelis Hakim saat sidang di PN Tipikor dalam kasus angkahong pada akhir September lalu, masih dipertanyakan banyak pihak, pasalnya Kejaksaan Negeri Kota Bogor mengajukan banding dalam perkara yang sudah merugikan uang negara 43,1 milyar tersebut.
Menyikapi hal ini, pemerhati hukum yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia Sugeng Teguh Santoso, S.H., kepada engingengnews.com mengatakan, Kasus Korupsi Lahan Jambu Dua atau Kasus Angkahong tersebut menampakkan kejanggalan yaitu bahwa Kejaksaan Negeri sebagai Penuntut mengajukan Banding atas Putusan Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Bandung. “Pernyataan banding ini diduga akan menahan laju pengungkapan pelaku peserta (pleger) yg telah dinyatakan oleh majelis hakim dalam putusannya,” ujar Advokat yang akrab disapa STS ini, Minggu (23/10/2106).
Menurut Sugeng, jika argumentasinya adalah bahwa perkara tersebut belum berkekuatan tetap setelah jaksa menyatakan banding, maka bahwa indikasi adanya upaya menghambat pengungkapan peserta pelaku (pleger) pada level pengambil kebijakan akan merugikan kepentingan umum.
Untuk itu Sugeng mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus Angkahong. “KPK harus melakukan pengambilalihan penanganan kasus korupsi pengadaan lahan pasar Jambu Dua Kota Bogor berdasarkan ketentuan Pasal 9 UU No. 30 tahun 2002,” tandasnya.
Sugeng juga meminta KPK segera memanggil para pihak yg terlibat untuk dimintai keterangan guna membuat terang kasus korupsi pengadaan lahan jambu dua tersebut. (boy/001)
-
Berita Terbaru3 minggu agoPendaftaran SPMB Kota Bogor 2026 Dimulai, Ini Jadwal dan Jalur Seleksinya
-
Berita Terbaru2 minggu agoSekolah Maung Kota Bogor Buka Pendaftaran 25-29 Mei 2026, Nilai Minimal 85
-
Berita Terbaru3 minggu agoGuru PJOK Diperkuat Jadi Agen Perubahan Budaya Hidup Sehat di Sekolah
-
Berita Terbaru3 minggu agoDPRD Kota Bogor Kawal Ketat SPMB 2026, Sistem Baru Cegah Titip KK dan Manipulasi Data

Login dulu untuk mengirim komen Login