Berita Populer
Rachmawati, Koruptorpun Harus Dihukum Mati
[jakarta-engingengnews] Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, mendesak kepada Kejaksaan Agung tidak hanya berani menghukum mati pengedar narkoba tapi harus juga berani mengeksekusi koruptor, Sabtu (30/7/2018)
“Bukan hanya gembong narkoba dan pembunuh sadis, tapi koruptorpun harus dihukum mati,” tegas putri mantan Presiden RI I ini.
Kepada engingengnews.com saudara kandung Megawati ini juga menegaskan, bahwa akibat korupsi membuat negara bangkrut defisit APBN hampir 3%.
Selanjutnya adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri itu menuding adanya konspirasi sehingga koruptor tidak pernah divonis mati. “ada aroma kongkalikong alias konspirasi- masihkah Indonesia negara hukum?”.
Rahmawati juga mempertanyakan Luhut Binsar Panjaitan yang menolak koruptor dipenjara, Padahal survei penjara menunjukan yg dipenjara penuh dgn penjahat kelas teri. Bahkan maling ayam saja langsung diekskusi ditembak ditempat lalu bagaimana dengan koruptor maling uang negara milyar bahkam triliunan. “Pelaku narkoba dengan sanksi hukuman mati, jadi apa bedanya perampok, maling dgn koruptor,” kembali kicau Rachma.
Rachma membandingkan, jika dibeberapa negara koruptor dihukum mati, lantaran, kejahatannya sebanding dengan narkoba.
“Bisa bayar dgn uang tebusan ? tdk salah beginilah STATE CRIME, Republik garong menghalalkan segala cara ala Mafia’ Penguasa memberi contoh perbuatan melawan hukum yakni korupsi dapat pengampunan bila bayar uang tebusan, jadi bagaimana dengan maling ayam, rampok dan seterusnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga protes jika penguasa melawan hukum dengan mengampuni koruptor. Tanpa proses hukum acara sampai ada putusan mengikat dari Mahkamah Agung. Juga ada upaya penghancuran lembaga hukum, seperti KPK, Polri dan Kejaksaan Agung.
Rahma minta kepad koruptor kelas kakap seperti Hartono harus mengembalikan uang yang dikorup dan dilarikan ke luar negeri. “Kalau hanya bisa menangkap dan membawa kembali ke Indonesia, tidak ada gunanya” tandasnya. ((boy/001)
-
Berita Terbaru1 minggu agoRamai Isu Penolakan, RS Vania Tegaskan Tidak Pernah Tolak Ambulans PWI
-
Berita Terbaru4 minggu agoKunjungi Terminal Kampung Rambutan, Hanif Faisol Minta Pengelolaan Sampah Modern Rampung 3 Bulan
-
Berita Terbaru2 minggu agoPemerintah Percepat PSEL, 61 Kabupaten/Kota Siap Olah Sampah Jadi Energi Listrik
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemilahan Sampah 100% Dimulai di Rorotan Jakarta Utara, KLH Catat 20 Ton Organik per Hari

Login dulu untuk mengirim komen Login