Berita Arsip
Atasi Kemacetan Di Kota Bogor, Berikut Penuturan Kang Muhamad
Muhamad Nurman, S.Sos
Ketua LSM PPLHI, Pemerhati dan Lingkungan Hidup Indonesia
Kota Bogor – Program rekayasa lalulintas (rerouting) angkot di Kota Bogor, dimana angkot yang melintasi pusat kota dikurangi dengan mengganti angkutan umum berupa bus, bukanlah sebuah solusi mengatasi kemacetan di Kota Bogor.
Angkot yang berhenti lama menunggu penumpang, sebagai salah satu penyebab kemacetan. Lamanya angkot ngetem nunggu penumpang disebabkan karena berkurangnya pengguna angkot. Sekarang pengguna angkot sebagian besar beralih ke kendaraan roda dua,apalagi dengan adanya kemudahan memiliki kendaraan roda dua. Selain itu sekarang masyarakat pengguna angkot lebih memilih sarana transportasi umum berbasis on-line, seperti: Grab atau Gojek, lebih cepat dan murah.
Rekayasa trayek angkot ke pelosok-pelosok akan menimbulkan dampak sosial, seperti jalur yang mungkin selama ini menjadi sumber pencaharian tukang ojek, akan hilang sumber penghasilan, dimana masyarakat Kota Bogor masih banyak sebagai tukang ojek.
Harusnya yang tepat itu adalah pengurangan angkot, dan tidak perlu ada model transportasi publik dengan menggunakan bus, mengingat kota Bogor itu tidak luas. Sebagai contoh, Bus Trans Pakuan yang sudah lama beroperasi saja ternyata tidak berhasil, sepi penumpang.
Mengingat Kota Bogor tidak seluas Jakarta, jadi sarana transportasi yang cocok untuk Kota Bogor, cukup roda dua. Program transportasi publik dengan bus, tidak efektif dan hanya akan membebani APBD Kota Bogor. Sebaiknya anggaran APBD tersebut dialokasikan untuk konpensasi kepada pemilik angkot, yang mengalami pengurangan angkot.
Demi mengatasi permasalahan kemacetan dan kota Bogor kota sejuta angkot, harus dicarikan solusi yang tepat, tanpa mengorbankan masyarakat Kota Bogor yang masih banyak mengalami kesulitan ekonomi, seperti tukang ojek dan sopir angkot. (admin)
-
Berita Terbaru3 minggu agoPendaftaran SPMB Kota Bogor 2026 Dimulai, Ini Jadwal dan Jalur Seleksinya
-
Berita Terbaru2 minggu agoSekolah Maung Kota Bogor Buka Pendaftaran 25-29 Mei 2026, Nilai Minimal 85
-
Berita Terbaru3 minggu agoGuru PJOK Diperkuat Jadi Agen Perubahan Budaya Hidup Sehat di Sekolah
-
Berita Terbaru3 minggu agoDPRD Kota Bogor Kawal Ketat SPMB 2026, Sistem Baru Cegah Titip KK dan Manipulasi Data

Login dulu untuk mengirim komen Login