Berita Arsip
JPU Hadirkan 4 Orang Saksi Dalam Kasus Pembunuhan Sandy Eko
DEPOK – Sidang nomor perkara 72/pid.b/2017/PN Depok atas nama terdakwa Anton Hardianto alias Toni alias Aji alias Bopo beberapa kali diskors majelis hakim yang dipimpin YF Tri Joko GP dengan anggota Yulinda Tri Murti Asih dan Sri Rejeki Marsinta di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (2/3).
Skors tersebut dikarenakan penasehat hukum terdakwa bernama Darwin Hutapea muncul ketika sidang pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Dan, berkumandang adzan ashar saat sidang dilangsungkan.
Saksi yang dihadirkan JPU Kozar Kertyasa dalam sidang tersebut sebanyak empat orang. Yakni, Suratih, Santoso, Rizal Amani dan Sefi Rosa Awaludin.
Saksi Suratih mengatakan, dirinya mengetahui kalau anaknya meninggal dunia (Sandy Eko Novianto) dari telepon Polisi Wonogiri. Namun, dirinya tidak mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP). “Saya tidak datang ke TKP. Cuma dikasih liat fotonya,” ucap Suratih dalam keterangannya di persidangan.
Masih kata Suratih, kematian anaknya yang diracuni juga diketahui dari pemberitaan media. “Saya tahu dari pemberitaan media,” ujarnya.
Saksi Santoso menuturkan, dirinya terakhir bertemu dengan anaknya (almarhum Ahmad Sanusi) pada Senin sebelum kejadian. Dirinya mengetahui jika anaknya sudah almarhum dari pihak Polresta Depok. “Jenazah korban ditemukan di parit Jalan Makam Poko, Limo, Kota Depok,” tiru saksi seperti yang diucapkan pihak kepolisian.
Santoso mengungkapkan, korban sewaktu pergi membawa mobil Avanza warna putih milik saksi. Sebelum meninggal dunia ketika ditanya saksi ingin pergi kemana lalu almarhum mengaku mau menemani Sandy pulang kampung ke Wonogiri. “Almarhum ngakunya mau ke Wonogiri,” imbuhnya.
Saksi Rizal mengaku, dirinya sudah bertemu dengan terdakwa sebanyak tiga kali. Dalam pertemuannya terdakwa mengaku bernama Aji. “Terdakwa ngaku ke saya namanya Aji,” kata Rizal.
Rizal menuturkan, terdakwa tengah berburu ilmu. Karena saat dibengkel terdakwa menyayat tangan dengan pisau dihadapan saksi. “Terdakwa menyayatkan tangannya dengan pisau. Tapi dari tangan terdakwa tidak berdarah,” terangnya. (jan/15)
-
Berita Terbaru2 minggu agoPendaftaran SPMB Kota Bogor 2026 Dimulai, Ini Jadwal dan Jalur Seleksinya
-
Berita Terbaru4 minggu agoRumah Aspirasi Perempuan dan Anak Jadi Sorotan, NasDem Kota Bogor Sabet Juara Nasional di Forum Bimtek
-
Berita Terbaru4 minggu agoDPRD Kota Bogor Verifikasi Program Sekolah Maung di SMAN 1
-
Berita Terbaru2 minggu agoGuru PJOK Diperkuat Jadi Agen Perubahan Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Login dulu untuk mengirim komen Login