Berita Populer
Antisipasi Penularan HIV/Aids, Dinkes Kota Bogor Genjot Program TOP
Kota Bogor – Dalam kurun waktu satu tahun jumlah pengidap HIV dikota bogor terus bertambah, tercatat ditahun 2017 jumlah orang yang Positif HIV 472 orang, dari jumlah tersebut 101 pengidap masih hidup dan 28 orang meninggal.
Untuk mengantisipasi itu, Getting 3 Zero atau Mendapatkan Tiga Zero menjadi target dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pada program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Tiga Zero ini yakni Zero Kasus Baru, Zero Kematian karena AIDS dan Zero Stigma dan Diskriminasi.
Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah mengatakan, pada peringatan hari HIV/AIDS ini Dinkes mendorong kesadaran masyarakat terhadap penyebaran HIV/AIDS dengan cara melakukan test HIV sejak dini.
Memeriksakan diri untuk tesh HIV sangat penting sebagai bentuk memberikan perlindungan kepada keluarga. Sebab, sejak 2015 penyebaran HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada Laki-laki Suka Laki-laki (LSL), dan menggeser dominasi penyebaran HIV/AIDS karena penggunaan jarum suntik pada 2005 lalu.
“Kami menggencarkan program Temukan, Obati dan Pertahankan (TOP),” ujarnya.
Ia menjelaskan, Temukan dilakukan dengan pemeriksaan HIV yang sasarannya yakni kepada pasangan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), ibu hamil, Pasien IMS, Pasien TB, Pasien Hepatitis, populasi beresiko seperti LGBT hingga calon pengantin (Catin).
Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan ada yang positif, penderita harus melakukan pengobatan HIV di enam puskesmas atau empat Rumah Sakit untuk mendapatkan layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP).
“Pertahankan dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa LSM seperti Peka, Sahira, Warna Lentera yang bertugas melakukan pemantau dan pendampingan dengan koordinator dibawah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, HIV/AIDS menjadi permasalahan kesehatan utama di dunia mengingat sifatnya yang tidak terlihat seperti penyakit-penyakit lainnya.
Dirinya menghimbau semua aparatur wilayah Camat dan Lurah di Kota Bogor untuk lebih masif menyampikan informasi terkait penyebaran dan bahaya dari HIV/AIDS ke masyarakat. Serta mengajak serta masyarakat untuk memeriksakan dirinya.
“Kedepan Pemerintah Kota Bogor akan menggelar Kedai Sehat di CFD setiap dua minggu sekali untuk mengedukasi masyarakat terkait HIV/AIDS demi mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang sehat dan mencapai target Getting 3 Zero,” pungkasnya. (as)
-
Berita Terbaru3 minggu agoPendaftaran SPMB Kota Bogor 2026 Dimulai, Ini Jadwal dan Jalur Seleksinya
-
Berita Terbaru2 minggu agoSekolah Maung Kota Bogor Buka Pendaftaran 25-29 Mei 2026, Nilai Minimal 85
-
Berita Terbaru3 minggu agoGuru PJOK Diperkuat Jadi Agen Perubahan Budaya Hidup Sehat di Sekolah
-
Berita Terbaru3 minggu agoDPRD Kota Bogor Kawal Ketat SPMB 2026, Sistem Baru Cegah Titip KK dan Manipulasi Data

Login dulu untuk mengirim komen Login