Berita Terbaru
Pemkot Bogor Segera Bangun Sekolah Sekolah Rakyat di Rancamaya
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Sosial RI melakukan langkah awal pembangunan Sekolah Rakyat dengan meninjau lahan yang direncanakan sebagai lokasi sekolah tersebut di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (20/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama jajaran perangkat daerah, mendampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan turut mengecek kondisi dan kontur tanah pada lahan seluas kurang lebih lima hektare.
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan harapannya agar pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Sekjen sudah melihat langsung lokasi rencana Sekolah Rakyat Kota Bogor. Kami juga berdiskusi bersama dinas teknis dan secara umum sudah ditemukan solusi untuk rencana pembangunannya,” ujar Denny.
Sementara itu, Sekjen Kemensos Robben Rico menjelaskan bahwa peninjauan tersebut menjadi tahapan awal sebelum masuk ke proses lanjutan, mulai dari kajian teknis hingga perencanaan detail.
“Hari ini kita mulai dari melihat kondisi lapangan, kemudian menyusun kajian dan perencanaannya. Insyaallah paling lambat bulan Juni sudah masuk tahap lelang, bahkan bisa dimulai pekerjaan awalnya,” kata Robben.
Ia menambahkan, dalam enam bulan ke depan, pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemkot Bogor akan mengoptimalkan persiapan agar Sekolah Rakyat Kota Bogor dapat mulai beroperasi pada Juli tahun depan. Sekolah ini nantinya akan menampung anak-anak Kota Bogor yang saat ini masih bersekolah di wilayah Cibinong.
Menurut Robben, pembangunan fisik Sekolah Rakyat akan dilaksanakan oleh Kementerian PU dengan daya tampung minimal sekitar 1.000 hingga 1.080 peserta didik.
Adapun fasilitas yang direncanakan meliputi asrama siswa, ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan olahraga, gedung serbaguna, hingga asrama bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
“Karena konsepnya boarding school, seluruh aktivitas siswa berlangsung selama 24 jam di lingkungan sekolah. Anak-anak tidak pulang setiap hari, melainkan tinggal di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Robben juga menegaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni tidak hanya menekankan pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, nilai kebangsaan, keagamaan, serta pemberian keterampilan yang memiliki sertifikasi dan berguna bagi masa depan siswa.
“Bukan sekadar keterampilan biasa, tetapi keterampilan yang memiliki standar dan sertifikat,” tutupnya. (Riza)
-
Berita Terbaru3 minggu agoRamai Isu Penolakan, RS Vania Tegaskan Tidak Pernah Tolak Ambulans PWI
-
Berita Terbaru3 minggu agoKLH dan Pemprov Jabar Percepat Proyek PSEL di Aglomerasi Bogor-Depok dan Bandung Raya
-
Berita Terbaru3 minggu agoGelar Muscab, PKB Kota Bogor Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu
-
Berita Terbaru4 minggu agoPemerintah Percepat PSEL, 61 Kabupaten/Kota Siap Olah Sampah Jadi Energi Listrik
