Berita Terbaru
Hanif Faisol Puji Pengelolaan Sampah Surabaya
SURABAYA – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pemgemdalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi keberhasilan Kota Surabaya dalam mengelola sampah. Hal ini dikatakan setelah melakukan kegiatan korve bersama ribuan masyarakat Kota Pahlawan.
Hanif menilai pengelolaan sampah di Kota Surabaya telah merepresentasikan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H tentang hak masyarakat atas lingkungan yang baik dan sehat.
Hanif mengatakan keberhasilan Surabaya tidak diraih secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang pemerintah kota bersama masyarakat.
“Kami sangat bangga sekali, dan kami mohon semua wali kota bisa melakukan studi banding bagaimana memulai langkah di Surabaya ini sampai di titik ini. Ini tentu langkah yang tidak sederhana. Perjuangan arek-arek Suroboyo dengan pemerintahnya yang hari ini tidak bisa dinafikan. Jadi benar-benar suatu gerakan yang luar biasa dan saya bangga,” kata Hanif saat kunjungan kerja ke Surabaya pada Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, sistem pengelolaan sampah di Surabaya bahkan dapat disejajarkan dengan sejumlah kota di Eropa yang memiliki budaya pengelolaan sampah yang baik. Ia menilai berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Pemkot Surabaya menghasilkan nilai pengelolaan sampah yang tinggi, bahkan menjadi yang tertinggi secara nasional.
Hanif juga memastikan pemerintah pusat terus mengawal pelaksanaan proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) di Benowo. Pendanaan proyek tersebut akan segera dicairkan setelah melalui proses pemeriksaan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPKP, akan kita bayarkan untuk PSEL Benowo. Kemudian tahun 2026 dananya sudah tersedia di kami, tinggal dicairkan sesuai mekanisme,” ujarnya.
Selain itu, kata Hanif, pemerintah juga mengusulkan pembangunan PSEL tahap kedua untuk melayani wilayah sekitar Surabaya seperti Jombang, Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto. Dengan demikian, ke depan Surabaya direncanakan memiliki dua fasilitas PSEL.
Saat ini, lanjut Hanif tingkat penanganan sampah di Surabaya telah mencapai 95 persen, tertinggi di antara kota-kota besar di Indonesia.
“Kita tidak pernah menyangka kota sebesar ini mampu menyelesaikan sampah. Hampir tidak ada di Indonesia kota besar yang bisa menyelesaikan sampahnya. Semua terpuruk dengan tingkat kedaruratan yang cukup tinggi. Untuk Surabaya, selesai,” ucapnya.
Meski demikian, Hanif mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat semua pihak terlena. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya karena teknologi tersebut dinilai paling efektif dalam pengelolaan sampah.
“Pilah sampah adalah teknologi paling mutakhir dalam penanganan sampah. Dengan pilah, sampah memiliki nilai ekonomi tambahan, sisanya baru masuk ke PSEL sebagai residu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan berbagai program pengelolaan sampah di kota tersebut dijalankan sesuai amanat undang-undang. Salah satunya mewajibkan sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe (Horeka), dan pusat perbelanjaan untuk memilah sampah.
Selain itu, pengangkutan sampah juga diwajibkan menggunakan kendaraan compactor agar tidak menimbulkan pencemaran.
“Dengan pernyataan Pak Menteri ini akan menguatkan kemandirian pengelolaan sampah di perkampungan dan tempat usaha, sehingga beban APBD untuk penanganan sampah di Surabaya bisa berkurang,” ujar Eri.
Eri juga menjelaskan alasan pemerintah kota menjadikan Sungai Kalimas sebagai lokasi percontohan program kebersihan sungai. Menurutnya, sungai tersebut merupakan salah satu sumber air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya.
“Kalimas ini adalah sumber air untuk PDAM. Maka sepanjang sungai tidak boleh ada yang kotor. Karena itu kami jadikan percontohan dan nantinya akan dilanjutkan sampai ke kawasan Pabean agar kualitas air tetap terjaga,” katanya. (*)
-
Berita Terbaru4 minggu agoLewat A Cappella, GAN Acappella Sampaikan Pesan Dakwah dan Spiritual
-
Berita Terbaru4 minggu agoKLH Dorong Penyelamatan Sungai Ciliwung Lewat Gerakan Menanam di Puncak Bogor
-
Berita Terbaru2 minggu agoPakar Termal Ungkap Alasan Insinerator Mini atau Tungku Bakar Berbahaya Bagi Kesehatan
-
Berita Terbaru6 hari agoKLH Tetapkan Hasil Penilaian Kinerja Pengelolaan sampah 2025, Belum Ada Daerah raih Adipura
