Berita Arsip
KGP, Politik Memanas Pemuka Agama Harus Jujur
Bogor – Hari Bahaya Komunis Cina akan dideklarasikan oleh ormas Front Pribumi, Jumat (25/11/2015). “Kami melihat suasana negeri mirip pra September 1965. Dimana rakyat saling caci maki, saling dukung-mendukung, dan potensi konflik sangat terbuka,” ujar Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas, Rabu (23/11).
Kepada engingengnews.com, pria yang akrab disapa KGP ini mengatakan, konstelasi politik saat ini sedang memanas, perang spanduk dimana-mana. Bunyi spanduk pun lain kata lain pula perbuatannya. Misalnya, tegakkan keadilan namun mereka berlaku tidak adil. Pentingkan kebhinekaan, tapi mereka melupakan ke-tunggal-ikaan. Ini hipokrit, bukan. Munafik! Atau tidak istiqomah,” kata Ki Gendeng Pamungkas.
Memang ini era keterbukaan, lanjutnya, teknologi IT bisa menjungkir-balikkan logika. Yang salah bisa jadi benar, dan yang benar bisa disalahkan lantaran dipenuhi rasa marah dan kebencian.
Pemuka agama hendaknya jujur pada diri sendiri sejak dalam pikiran, sebab pernyataan pemuka agama bisa mendorong terjadinya anarkisme bila terpancing ke dalam skenario arus power play.
Lebih lanjut ia mengatakan bahaya komunis Cina layak ditetapkan pada 2511 tahun ini, mengingat tanggal itu adalah komitmen awal “desakan” kaum ulama atas kasus penistaaan agama siklus per tiga mingguan sejak Aksi Bela Islam pertama, Jumat (14/10) dan Jumat (4/11).
“Di sektor pemuda terjadi pro kontra Pemuda Rakyat dan HMI, di sektor sastrawan dan seniman lahirlah Lekra dan Kelompok Manikebu. Itu semua bermuara pada pembunuhan para jenderal TNI 30 September 1965,” tutup Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas.
Ormas Front Pribumi bergerak membangun solidaritas kaum muda lewat musik cadas underground ini punya slogan perjuangan ‘Merdeka Dari Bangsa Sendiri’.(boy/001)
-
Berita Terbaru1 minggu agoRamai Isu Penolakan, RS Vania Tegaskan Tidak Pernah Tolak Ambulans PWI
-
Berita Terbaru4 minggu agoKunjungi Terminal Kampung Rambutan, Hanif Faisol Minta Pengelolaan Sampah Modern Rampung 3 Bulan
-
Berita Terbaru2 minggu agoPemerintah Percepat PSEL, 61 Kabupaten/Kota Siap Olah Sampah Jadi Energi Listrik
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemilahan Sampah 100% Dimulai di Rorotan Jakarta Utara, KLH Catat 20 Ton Organik per Hari

Login dulu untuk mengirim komen Login