Berita Terbaru
Ratusan Pelajar Bungursari di Imunisasi Campak Measles Rubella (MR)
PURWAKARTA – Sebanyak 781 pelajar SD Negeri Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta disuntik imunisasi campak Measles Rubella (MR).
Kapala Desa (Kades) Ciwangi, Dadang Supriatna, S.Pd, yang juga Ketua Komite SDN Ciwangi menjelaskan, semua wali murid turut mendukung program pemerintah pusat dalam pencegahan imunisasi campak Maelas Rublla (MR) di sekolah tersebut.
“Alhamdulillah, semua wali murid turut mendukung terkait imunisasi campak Maelas Rubella. Dan sampai saat ini saya belum mendegar informasi, ada orang tua murid yang menolak kegiatan ini. Jadi apabila dikemudian hari ternyata ada orang tua yang menolak, maka patut dipertanyakan,” kata kades, Senin (7/8/2017).
Sementara itu, Kepala SDN Ciwangi, Herlina, S. Pd menuturkan, dari 781 orang siswa disekolah tersebut terdapat dua orang siswa yang tidak mendaptkan ijin dari orang tua mereka untuk mengikuti imunisasi campak Maelas Rubella (MR).
“Tapi kami belum dapat kabar, entah apa alasan dari ke dua orang tua siswa itu melarang anak mereka ikut imunisasi campak Maelas Rubbela ini,” sebut kepsek.
Rencananya, sambung Herlina, pihaknya akan segera memanggil kedua orang tua siswa tersebut, untuk dimintai keterangan, terkait ketidak ikut sertaan mereka dalam program itu.
“Prinsipnya, kami berharap kepada kedua orang tua siswa yang menolak anaknya untuk di imunisasi, bersedia mengikuti pekan imunisasi susulan. Baik itu melalui kegiatan yang diadakan di sekolah lain ataupun di Puskesmas Bungursari sendiri,” pesan kepsek.
Terkait hal itu, Kepala UPTD Puskesmas Bungursari, H. Makyudi, SKM, M. Kes, menambahkan, bagi siswa-siswi yang tidak ikut imunisasi, diharapankan kepada orang tuanya agar bersedia mendampingi anak mereka untuk segera mendatangi Puskesmas atau melalui kegiatan yang dilaksanakan di sekolah lain, terhitung tanggal 07 sampai 14 Agustus 2017.
“Artinya ada kesempatan selama delapan hari kedepan,” jelasnya.
Ia menngigatkan, dampak dari penyakit campak Measles Rubella (MR) tersebut akan menyebabkan radang paru-paru (Pneumonia), radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk. Sementara akibat dari Rubella terhadap anak atau Ibu hamil, yaitu dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata (Katarak Kongenital), tuli, keterlambatan perkembangan, hingga kerusakan otak.
“Dan apabila menyerang ibu hamil, maka bisa dipastikan anaknya akan mengalami cacat permanen hingga kematian,” tutupnya.
Sementara pantauan dilokasi, pihak Puskesmas sendiri menerjunkan sebanyak 32 petugas medis, ditambah 2 orang tenaga pengajar termasuk kepala sekolah turun langsung membantu mensukseskan program itu.
Selanjutnya, turut hadir dalam program pencanangan bulan imunisasi campak dan MR diantaranya Camat Bungursari, Drs. Jaenal Arifin, Kades Cibening, Agus Sopian dan Wakapolsek Bungursari, AKP. H. Agus Wahyudin SE. MM beserta jajarannya. (cr2)
-
Berita Terbaru3 minggu agoPendaftaran SPMB Kota Bogor 2026 Dimulai, Ini Jadwal dan Jalur Seleksinya
-
Berita Terbaru2 minggu agoSekolah Maung Kota Bogor Buka Pendaftaran 25-29 Mei 2026, Nilai Minimal 85
-
Berita Terbaru3 minggu agoGuru PJOK Diperkuat Jadi Agen Perubahan Budaya Hidup Sehat di Sekolah
-
Berita Terbaru3 minggu agoDPRD Kota Bogor Kawal Ketat SPMB 2026, Sistem Baru Cegah Titip KK dan Manipulasi Data

Login dulu untuk mengirim komen Login