Berita Terbaru
Jalan Bocimi di Beton, Duuhh Macetnya ..

[bocimi-engingengnews] “Kapan sih jalur bocimi lancar,?” ujar Iwan (35thn) warga yg tinggal dicaringin. “Macet dijalur bocimi bikin kulit cepat kriput,” kata ety (35thn) ibu rumah tangga yg setiap hari harus naik angkot melalui jalur bocimi.
Itulah sumpah serapah sebagian warga yang terpaksa harus melalui Jalan Raya Bogor Ciawi Sukabumi atau Bocimi, belum lagi keluhan Warga yang memiliki kendaraan pribadi dan keluhan puluhan para supir angkot yang terayeknya melalui jalan tersebut.
Asep Supriadi (45thn) Seorang Tokoh Masyarakat mengatakan fenomena kemacetan jalan raya yang menghubungkan Kota Bogor, Kabupaten Bogor menuju Sukabumi ini sepertinya tak kunjung usai, bukan hanya persoalan infrastruktur, masih banyaknya kendaraan besar yang mengangkut air mineral hingga saat ini sepertinya tak akan beres sampai kapanpun.
“Selama truk truk besar pengangkut air ini tidak diatur, jalur bocimi akan tetap macet,” ujar Asep.
Pasca rampungnya pengerjaan dua jembatan dikawasan cimande dan caringin beres, saat ini kemacetan dijalur tersebut semakin parah, hingga beberapa kilo meter, pasalnya ada dua titik jalan yakni dikawasan ciawi dan caringin sedang dalam proses betonisasi (dicor).
“Keselnya ampe ubun-ubun, pagi, siang ampe malam macet panjang,” kata walid (32thn) supir angkot jurusan cicurug – bogor.
Dari pantauan engingengnews.com untuk kendaraan pribadi atau kendaraan umum dari arah bogor yang akan menuju sukabumi atau sebaliknya, jalur alternatif batu tulis-pamoyanan-cihideung-cigombong langsung jalan raya sukabumi adalah jalur yang paling efektif menghindari kemacetan dijalur tersebut. (boy/001)
-
Berita Terbaru1 minggu agoRamai Isu Penolakan, RS Vania Tegaskan Tidak Pernah Tolak Ambulans PWI
-
Berita Terbaru4 minggu agoKunjungi Terminal Kampung Rambutan, Hanif Faisol Minta Pengelolaan Sampah Modern Rampung 3 Bulan
-
Berita Terbaru2 minggu agoPemerintah Percepat PSEL, 61 Kabupaten/Kota Siap Olah Sampah Jadi Energi Listrik
-
Berita Terbaru3 minggu agoPemilahan Sampah 100% Dimulai di Rorotan Jakarta Utara, KLH Catat 20 Ton Organik per Hari

Login dulu untuk mengirim komen Login